BERBAGI
Suasana aksi menuntut pembebasan empat mahasiswa yang ditahan di Mapolrestabes Semarang.

Tim advokasi dan mahasiswa sudah mengirimkan surat permohonan penangguhan penahanan ke Polrestabes Semarang.

Serat.id – Sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kota Semarang yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Menggugat (Geram), kembali turun ke jalan, Minggu, 11 Oktober 2020.

Aksi yang diikuti ratusan mahasiswa tersebut digelar di trotoar samping Gedung Lawangsewu, kawasan Tugu Muda, Kota Semarang. 

Mereka menuntut kepada polisi agar menangguhkan penahanan empat mahasiswa yang ditahan di Polrestabes Semarang setelah aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja Omnibus Law di depan Gedung DPRD Jawa Tengah, di Jalan Pahlawan, Semarang, pada Rabu, 7 Oktober 2020 lalu. 

“Kami mendesak empat kawan kami yang ditahan di Polrestabes Semarang segera dibebaskannya. Kalau bisa malam ini kawan kami sudah bisa bebas,’’ kata Dephen, mahasiswa Undip yang juga koordinator aksi kepada Serat.id, Minggu, 11 Oktober 2020.

Menurutnya, dua di antara mahasiswa yang ditahan itu, Senin, 12 Oktober 2020, akan mengikuti ujian tengah semester (UTS). 

Pihaknya juga meminta polisi mengusut tuntas tindakan represif terhadap massa aksi Geram pada 7 Oktober lalu.

Dia menambahkan, orang tua melalui tim advokasi sudah melayangkan surat permohonan penangguhan penahanan ke kepolisian.

“Tim advokasi dan kami dari mahasiswa sudah mengirimkan surat permohonan penangguhan penahanan ke Polrestabes Semarang. Karena terkait akademik, Senin ada UTS dan kabarnya sudah diproses hari ini,” jelasnya. 

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Auliansyah Lubis, di hadapan massa aksi menegaskan, pihaknya perlu mengkaji penangguhan penahanan tersebut.

“Terkait penangguhan penahanan temannya adik-adik (mahasiswa) yang masih ditahan, silakan mengajukan sesuai prosedur hukum. Dan harus ada yang menjamin dari pihak keluarga sebagai penanggung jawab. Nanti akan kita kaji lebih lanjut,” katanya.

Pihaknya juga menyatakan akan menjamin empat mahasiwa yang ditahan tersebut diperlakukan secara baik.

“Saya Kapolretabes Semarang, menjamin keselamatan mahasiswa yang ada di Polrestabes Semarang. Saya yang bertanggung jawab. Saya jamin tidak ada apa-apa,” katanya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here