BERBAGI
Ilustrasi, pixabay.com

“Kami meminta penangguhan penahanan dua mahasiswa agar bisa mengikuti Ujian Tengah Semester,”

Serat.id – Tim Advokasi Kebebasan Berpendapat Jawa Tengah menyerahkan surat permohonan penangguhan penahanan empat mahasiswa di Kota Semarang yang ditahan Polrestabes. Keempat mahasiswa itu sebelumnya ditangkap saat menggelar unjuk rasa memprotes omnibus law cipta kerja, Rabu 7 Oktober 2020.

“Kami meminta penangguhan penahanan dua mahasiswa agar bisa mengikuti Ujian Tengah Semester,” kata Ketua PBHI Jawa Tengah, Kahar Muamalsyah kepada Serat.id, Selasa, 13 Oktober 2020.

Berita terkait : Mahasiswa Penolak UU Omnibus Law di Semarang Jadi Tersangka

Ratusan Mahasiswa Tuntut Pembebasan Empat Rekannya

Tolak Omnibus Law, Ratusan Buruh dan Mahasiswa Gelar Sidang Rakyat

Menurut Kahar, surat penangguhan penahanan belum direspon Polrestabes. “Kami masih menunngu dan berharap ada respon dari kepolisian, untuk mahasiswa ini tidak ditahan,” ujar Kahar menambahkan.

Ia beralasan penangguhan penahanan diajukan dengan alasan mereka masih dalam tahap belajar, dan ini waktunya UTS. Tim advokat juga masih meragukan bukti yang dimiliki polisi terkait penahanan para mahasiswa itu.

Terkait dengan proses sidang, Kahar mengatakan sudah bertemu dengan tim kuasa hukum dari kampus untuk berkoordinasi bersama-sama, termasuk penyerahan surat permohonan penangguhan.

“Ada kemungkinan ini satu berkas, karena tidak bisa sendiri-sendiri. Meski pasal yang disangkakan sama yaitu pasal 170 KUHP ayat 1,” kata Kahar menjelaskan.

Kahar dan tim advokasi lainya berharap agar ke empat mahasiswa tersebut bisa ditangguhkan penahanannya. “Apalagi sampai saat ini pihak keluarga juga belum bisa menemui para mahasiswa tersebut,” katanya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here