BERBAGI
Ilustrasi, pixabay.com

Hanya dibatasi 100 wisatawan per pekan

Serat.id – Kawasan wisata Karimunjawa, Kabupaten Jepara kembali dibuka untuk wisatawan mulai 16 Oktober 2020 dengan persyaratan khusus. Sebelumnya kawasan wisata itu ditutup untuk menghindari penularan Covid-19.

“Memang rencananya mau dibuka, kami beri rekomendasi atas permohonan Bupati Jepara,” kata  kepala Dinas Pariwisata Provinsi Jawa tengah, Sinung Rachmadi, Kamis, 15 Oktober 2020.

Baca juga : Pebisnis Wisata Karimunjawa Beralih Profesi Jadi Petani Selama Pandemi

Puluhan Ikan Hiu Mati Mendadak di Karimunjawa

Pemerintah diminta Menindak Tongkang Perusak Terumbu Karang Kepulauan Karimun

Sinung menyebut sebelumnya minta Pemerintah Daerah Kabupaten Jepara mencermati dan menelaah yang kemudian dilaporkan kepada Gubernur. Salah satunya dilakukan simulasi tentang dibukanya Karimunjawa.

“Simulasi itu penting, karena sesuai dengan instruksi Gubernur (Ingub) nomor 2 tahun 2020, yang mengatur dibukanya destinasi wisata harus didahului dengan simulasi,” kata Sinung menambahkan.

Menurut dia, pengelola Karimunjawa sudah dua kali menggelar simulasi dengan pihak pelabuhan, sarana transportasi, agen tour dan semua pihak terkait. Setelah itu diberlakukan sejumlah syarat, di antaranya ketersediaan sarana prasarana dan pembatasan jumlah wisatawan.  

Sejumlah syarat itu sudah dikoordinasikan dengan gugus Covid-19 Jawa Tengah serta pihak terkait, termasuk Taman Nasional Karimun Jawa, PT Pelni, penyedia jasa transportasi dan agen tour. Sinung menyebut syarat utama pengunjung hanya dibatasi 100 wisatawan per pekan, begitu pula jalur penyeberangan.

Selain itu setiap penumpang atau wisatawan yang datang ke Karimunjawa harus difasilitasi oleh pemerintah kabupaten atau penyedia jasa yang ada di pintu masuk.  Sejumlah syarat lain tidak hanya dilakukan rapid test, tetapi juga PCR dan swab tes. Sedangkan anak di bawah 10 tahun, ibu hamil dan lansia terutama yang mempunyai riwayat penyakit jantung dan hipertensi diminta untuk tidak di rekomendir ke Karimunjawa terlebih dahulu.

“Sedangkan dinas pariwisata Jateng bersama gugus tugas Covid-19 memberi bantuan masker dan face shield terhadap pelaku usaha di Karimunjawa,” kata Sinung menjelaskan.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan transportasi pengunjung ke Karimunjawa juga harus didata. Ia juga meminta agar wisatawan memaklumi pembatasan ketat yang dilakukan dalam pembukaan.

“Saya sampaikan mohon maaf kalau kemudian, mungkin agak sedikit ekslusif dulu. Mungkin biayanya agak tinggi. Tapi karena kemudian kita butuh sesuatu yang lebih ketat maka itu jauh lebih baik,” kata Ganjar.

Ia berharap pengawasan ketat dari dinas pariwisata menjadi percontohan bagi destinasi wisata lain yang ingin mulai beroperasi. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here