BERBAGI
Ilustrasi hujan. (shutterstock.com)

Ada beberapa titik yang patut diwaspadai memasuki musim hujan kali ini. Wilayah tersebut di antaranya Kota Pekalongan, Kabupaten dan Kota Semarang.

Serat.id – Masyarakat diminta mewaspadai cuaca ekstrem akibat fenomena La Nina yang diprediksi terjadi pada akhir Oktober hingga pertengahan November 2020.

“Fenomena  La Nina menyebabkan 40 persen curah hujan lebih tinggi, sehingga terjadi cuaca ekstrem dibandingkan tahun sebelumnya,” Kata Kepala Basarnas Semarang, Nur Yahya, Kamis, 15 Oktober 2020.

Baca juga : Sejumlah Daerah di Jateng Ini Diperkirakan Alami Hari Tanpa Hujan

Diguyur Hujan, Semarang Mulai Tergenang

Sambut Musim Hujan, KAI Daop 4 Periksa Rel Jalur Pekalongan-Semarang

Dia mengatakan, Badan Search And Rescue Nasional (Basarnas) Kota Semarang juga siaga menghadapi fenomena La Nina.

Pihaknya telah menyiagakan petugas dan menyiapkan peralatan yang dibutuhkan jika terjadi bencana alam.

“Kami juga aktif berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, polisi dan teman-teman sukarelawan lain untuk tetap siaga, terutama di wilayah-wilayah yang berpotensi terjadi bencana,” ucapnya.

Dia mengatakan, ada beberapa titik yang patut diwaspadai memasuki musim hujan kali ini. Wilayah tersebut di antaranya Kota Pekalongan dan Kabupaten Pati yang berpotensi besar terjadi banjir disertai rob. Kemudian di wilayah Semarang meliputi Genuk dan Mangkang.

“Selain banjir, kami mewaspadai juga bencana tanah longsor yang umumnya terjadi di wilayah selatan Jateng, seperti  Wonosobo, Temanggung, dan Banjarnegara,” ungkapnya.

Untuk itu, dia mengimbau kepada masyarakat Jawa Tengah, khususnya di Kota Semarang agar mewaspadai cuaca ekstrem.

“Saya meminta warga waspada dengan memperhatikan mulai dari kontur tanah dan kondisi pohon di sekitar tempat tinggal,” ujarnya.

Ia menegaskan, untuk warga yang bertempat tinggal di daerah yang langganan banjir, hendaknya jauh-jauh hari sudah mempersiapkan diri.

Warga, kata dia, harus mengevakuasi barang-barang pribadi yang penting agar jika terjadi banjir tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

“Kami siaga 24 jam siap membantu masyarakat yang membutuhkan. Masyarakat tinggal menghubungi kami Insya Allah personel kami segera terjun membantu,” kata Yahya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here