BERBAGI
Ilustrasi, pixabay.com

Agar bisa meneruskan pendidikannya

Serat.id – Sebanyak 50 advokat yang tergabung dalam Badan Konsultasi dan Bantuan Hukum Ikatan Keluarga Alumni (BKBH IKA) Fakultas Hukum Unissula siap mendampingi dua mahasiswa Unissula yang ditahan di Polrestabes Semarang. Dua mahasiswa Unissula berinisial NA dan ISR masih ditahan di Polrestabes Samarang dengan tudingan pengrusakan ketika aksi demonstrasi “Tolak Omnibus Law” di depan Kantor DPRD Jateng pada Rabu 7 Oktober 2020 lalu.

“Sekitar 50 advokat akan turun mendampingi dua mahasiswa Unissula yang sedang ditahan agar bisa mendapatkan penangguhan,” kata Perwakilan BKBH Unissula, Viktor Nizam, Jumat 16 Oktober 2020.

Baca juga : Advokat Kebebasan Berpendapat Minta Polrestabes Tangguhkan Penahanan Mahasiswa

Ratusan Mahasiswa Tuntut Pembebasan Empat Rekannya

Mahasiswa Penolak UU Omnibus Law di Semarang Jadi Tersangka

Viktor mengatakan akan mendampingi dua mahasiswa Unissula yang sedang ditahan di Polrestanes Semarang, termasuk mengajukan penangguhan penahanan. Harapannya polisi memberikan penangguhan kepada dua mahasiswa Unissula agar bisa meneruskan pendidikannya. Apalagi, lanjut Viktor, dua mahasiswa tersebut merupakan mahasiswa baru.

“Kita akan upayakan dua mahasiswa dari Unissula itu bisa ditangguhkan dan bisa meneruskan kuliah,” ujar Viktor menambahkan.

Menurut dia, dua mahasiswa tersebut masih mempunyai banyak tugas yang harus diselesaikan. Selain itu, Rektor Unissula Bedjo Santoso sudah bersedia menjadi penjamin agar dua mahasiswa tersebut dapat ditangguhkan.

“Beberapa hal tadi, akan kita sampaikan kepada pihak Polrestabes Semarang,” ujar Viktor menegaskan.

Sebelumnya, sebanyak empat mahasiswa berinisal IAN, MAM, IRF dan NAA masing-masing asal kampus Undinus, Undip dan Unissula. Mereka telah ditetapkan menjadi tersangka oleh Polrestabes Semarang. Polisi menyebut keempat mahasiswa tersebut terlibat aksi anarkis saat demo “Tolak Omnibus Law” di depan gedung DPRD Jateng.

Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna mengatakan keempat mahasiswa itu terlibat dalam perusakan, salah satunya gerbang gedung DPRD Jateng. “Keempat mahasiswa terlibat dalam aksi anarkis berupa pengeroyokan,” kata Sutisna beberapa waktu lalu. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here