BERBAGI
Ilustrasi, pixabay.com

Saat ini terdapat tiga daerah yang paling terdampak oleh fenomena La Nina di antaranya perairan laut Kabupaten Purworejo, Culacap dan Kebumen.

Serat.id – Ribuan nelayan di Jawa Tengah terpaksa berhenti melaut akibat ombak tinggi akibat fenomena alam La Nina yang menimbulkan cuaca ekstrem, khususnya di laut selatan. La Nina merupakan fenomena iklim biasanya curah hujan tinggi dan musim dingin yang melebihi minus 0,5 derajat celcius.  

“Ombak laut selatan sedang tinggi. Tentunya sangat membahayakan dan menyulitkan pelaut untuk mencari ikan,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jawa Tengah, Fendiawan Tiskiantoro, Jumat 16 Oktober 2020.

Baca juga : Ini Penyebab Nelayan Tradisional Semakin Berkurang

1.400 Nelayan Kesulitan Mendapat BBM Bersubsidi

Nelayan Keluhkan Limbah Lumpur PLTU Batang

Fendiawan menyebut sekitar dua ribu nelayan tak bisa melaut karena cuaca ekstrem yang dipengaruhi oleh fenomena La Nina. Berdasarkan informasi yang ia peroleh, tinggi gelombang laut selatan mencapai 1,5 hingga 2,5 meter. Tinggi ombak tersebut mengganggu aktifitas nelayan karena rata-rata nelayan di laut selatan memakai perahu ukuran kecil.

“Kebanyakan mereka memakai perahu kecil. Kekuatan mesinnya juga tak besar, Rata-rata sekitar 5 gross ton,” ujar Fendiawan menambahkan.

Ia menyebutkan, saat ini terdapat tiga daerah yang paling terdampak oleh fenomena La Nina di antaranya perairan laut Kabupaten Purworejo, Culacap dan Kebumen. “Fenomena La Nina memang menyulitkan para nelayan,” katanya.

Perwakilan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jateng, Rasmijan berharap pemerintah memberikan bantuan kepada nelayan yang tidak bisa melaut. Berdasarkan data yang ia dapat, ribuan nelayan memang tak bisa melaut, terutama yang ada di daerah Kabupaten Purworejo, Culacap dan Kebumen.

“Setidaknya diberikan sembakau. Kasian mereka tidak punya penghasilan,” ujar Rasmijan.

Ancaman gelombang tinggi oleh La Nina saat ini menjadi masalah bertubi bagi nelayan yang juga sedang menghadapi pandemi Covid-19. “Tentunya pemerintah mempunyai kewajiban untuk memberikan bantuan kepada nelayan,” kata Rasmijan berharap.

Menurutnya, musim ini curah hujan diprediksi akan lebih panjang karena fenomena La Nina.  Fenomena tersebut turut mempengaruhi besaran gelombang laut. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here