BERBAGI
Ilustrasi, pixabay.com

Kerja alat peringatan dini bencana ini memberikan gambaran secara real time kondisi debit air di Sungai Beringin, terutama saat hujan deras. 

Serat.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang memasang alat early warning system (EWS) di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Bringin di Desa Wates, Wonosari, dan Mangkang Wetan, Kelurahan Beringin. 

Sekretaris BPBD Kota Semarang, Winarsono menjelaskan, secara spesifik kerja alat EWS ini memberikan gambaran secara real time terkait kondisi debit air di Sungai Beringin, terutama saat hujan deras. 

“Sungai Beringin rawan banjir maka kami pasang alat ini agar dapat memberikan peringatan lebih dini ketika debit air sungai mulai tinggi,” kata  Winarsono, Sabtu, 17 Oktober 2020.

Baca juga : Waspadai Cuaca Ekstrem

Ini Alasan Pakar Sarankan Kota Semarang membangun Jaringan Irigasi

Banjir dan Longsor Hambat Perjalanan Kereta Api

Ia menyebut data di EWS itu ditampilkan di layar komputer yang tersambung jaringan internet. “Data tersebut dipantau oleh petugas  di posko siaga bencana BPBD Kota Semarang,” ucapnya. 

Ia menyebut data di EWS itu ditampilkan di layar komputer yang tersambung jaringan internet. “Data tersebut dipantau oleh petugas  di posko siaga bencana BPBD Kota Semarang,” ucapnya. 

Menurutnya, ketika debit air semakin tinggi atau masuk kategori waspada, petugas akan memberitahukan kepada warga melalui Kelompok Siaga Bencana (KSB) agar mereka melakukan langkah-langkah antisipasi. 

“Jadi ketika banjir datang warga sudah dievakuasi, barang-barang berharga telah diselamatkan sehingga risiko bencana dapat diminimalkan,” jelasnya. 

Kendati demikian, lanjut Winarsono, warga diminta untuk proaktif memantau perkembangan debit Sungai Beringin. 

Ia mengatakan, jika terjadi hujan berjam-jam, segera mempersiapkan diri dengan menyelamatkan barang berharga dan menaruh benda-benda penting di tempat yang lebih tinggi. 

“Kami ketika membaca debit sungai mulai tinggi segera menyiapkan petugas agar segera turun ke lapangan untuk membantu warga,” ujarnya. 

Terpisah, Ketua RW 7 Wonosari Mashudi mengatakan, warganya di sepanjang DAS Beringin sudah mempersiapkan diri memasuki musim hujan ini, seperti melakukan kerja bakti memotong bambu-bambu yang menjalar ke sungai. 

“Bambu-bambu tersebut biasanya menjadi tempat tersangkutnya sampah yang menyebabkan aliran Sungai Beringin terhambat,” katanya.

Menurut Mashudi, di wilayahya terdapat enam RT dengan jumlah warga hampir dua ribu orang yang setiap tahunnya berisiko terdampak banjir. Hampir setiap tahun paling tidak sebanyak dua kali wilayah tersebut terendam banjir. 

“Kami juga dalam waktu dekat ini akan memperbaiki posko dan jalur evakuasi warga agar kami lebih siap andai sewaktu-waktu terjadi banjir,” ungkapnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here