BERBAGI
NRHIT,
para personil NRHIT, serat.id/ist

Konsistensi para legenda yang identik dengan lagu lagu dakwah Islami dengan tema yang melapui zaman

Serat.id – Nasida Ria Hit (NRH), terdiri dari para legenda personil Nasida Ria meliputi Hj Nunung, Hj Alfiah, dan Hj Rien Jamain, Hj Mutoharoh, Hj Hidayah dan Hj Nor’ain meluncurkan lagu “Pandemi” di tengah penyebaran Covid-19.

Lagu dan syair diciptakan oleh Hj Nunung itu sebagai konsistensi para legenda Nasida Ria yang identik dengan lagu lagu dakwah Islami dengan tema yang melapui zaman

“Judul yang kami buat memang tak hanya Islami, tapi terkait kondisi sosial. Selalu mengikuti kondisi kekinian,”kata salah satu personel NRHit, nunung, Senin 19 Oktober 2020.

Baca juga : Para Legend Qasidah Ini Siap Beri Kejutan Kerinduan Penggemar

Dari Nostalgia Lahirlah New NR

Cerita Lagu Qasidah yang Melampaui Zaman

“Pandemi” dibuat Nunung, dan resmi diluncurkan pada awal September lalu. Lagu itu mendendangkan tentang pandemi Covid-19 yang berdampak pada segala sektor. “Ekonomi dan kehidupan masyarakat”kata Nunung menambahkan.

Tak hanya “Pandemi”, tercatat dalam empat bulan terakhir Nasida Ria Hit New juga sudah menciptakan 6 lagu baru. Hal ini tentu bukti konsistensi sendiri bagi mantan personil legenda Nasida Ria yang rata-rata sudah sepuh.

“Kami masih bisa berkarya dan kreatif. Yang kangen dengan lagu-lagu karya kami terbaru bisa buka di chanel NRHIT management,”kata Nunung menegaskan.

Tak hanya “Pandemi”tercatat sejak Agustus sudah menciptakan “sedulur sak lawase,”, “detak” dengan arsemen campuran musik samba dan “apa kabar cantik”dan “cinta rasul”persiapan Maulid Nabi akhir Oktober 2020 nanti.

Sedangkan sejumlah lagu disiapkan terbit “pepeling”, “wanita luar biasa”disiapkan bertepatan hari ibu, “iman dan  taqwa”, “korban perceraian”, “tua tua keladi”, “introspeksi”, “pribadi tangguh”, “pasutri”, “enjoy”, “lari pagi”, “ojo dumeh”, “nrimo ing pamdum”.

Nunung mengaku sejumlah lagu yang diciptakan terinspirasi kehidupan sehari-hari dan cerita publik. Halnya Nasida Ria, lagu yang diciptakan saat ini tetap bernilai ibadah namun tetap respon terhadap kondisi kekinian dan lingkungan.

“Termasuk Pandemi sebagai keprihatinan kami saat ini,” katanya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here