BERBAGI
Munir
Ilustrasi, Abdul Arif/serat.id

Berbagai bukti di persidangan dan beragam bukti lainnya pengungkapan kasus kematian Munir dapat dilakukan meski Polycarpus telah meninggal.

Serat.id – Komite Aksi Solidaritas Untuk Munir (KASUM) ingin kasus Munir tetap diselesaikan meskipun pelaku lapangan kasus pembunuhan Munir, Polycarpus Budihari Priyanto, meninggal dunia, Sabtu, 17 Oktober 2020. Meninggalnya Polycarpus perlu diselidiki oleh otoritas yang berwenang, khususnya tentang sebab dan musabab dari kematiannya.

“Penyelidikan harus dilakukan untuk menghindari kecurigaan atas meninggalnya Polycarpus,” kata Sekjen KASUM, Bivitri Susanti, Minggu 18 Oktober 2020.

Menurut Susanti posisi Polycarpus orang yang dihukum sebagai pelaku lapangan, memiliki banyak informasi terkait kasus pembunuhan Munir. “Terutama informasi tentang atasan dan orang-orang yang memerintahkan dia,” katta Susanti menambahkan.

Baca juga : Kematian Munir Pelanggaran HAM Berat

Aktor Lain Pembunuhan Munir Belum Tersentuh

Aktivis Semarang Gelar Aksi Solidaritas Kenang 14 Tahun Munir

Ia menyebut penyelidikan kasus Munir perlu terus dilakukan mengingat berbagai bukti di persidangan dan beragam bukti lainnya pengungkapan kasus kematian Munir dapat dilakukan meski Polycarpus telah meninggal.

Susanti menilai persoalan pengungkapan kasus pembunuhan Munir ini bukan karena tidak ada bukti atau karena kematian Polycarpus, tetapi karena pemerintah tak niat menuntaskan kasus ini hingga tuntas.

“Penting untuk di catat, kejahatan terhadap Munir bukanlah kejahatan yang biasa tetapi merupakan bentuk persekutuan jahat yang melibatkan beragam pihak sehingga pihak pihak lain di luar Polycarpus masih ada yang perlu dicari dan ditemukan oleh negara untuk di adili dan dihukum,” kata Susanti menegaskan.

KASUM mendesak pemerintah segera kembali mengusut kasus pembunuhan Munir. Pengungkapan kasus pembunuhan Munir merupakan tangungjawab konstitusional negara yang perlu diselesaikan hingga tuntas.

Munir meninggal di dalam pesawat jurusan Jakarta-Amsterdam pada 7 September 2004. Pada November 2004, kepolisian Belanda mengumumkan ada jejak senyawa arsenikum setelah autopsi. Pollycarpus merupakan aktor lapangan atas pembunuhan Munir, dan hingga kini, aktor intelektual dari kematian itu belum terungkap. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here