BERBAGI
Ilustrasi, pixabay.com

Kementerian Kesehatan sedang melatih petugas yang akan melakukan vaksinasi.

Serat.id – Vaksinasi Covid-19 diprioritaskan semua Kelompok Rentan masyarakat mulai usia 18 hingga 59 tahun. Saat ini Kementerian Kesehatan sedang melatih petugas yang akan melakukan vaksinasi.

“Prioritas yang diberikan vaksin semua Kelompok Rentan masyarakat mulai usia 18 hingga 59 tahun. Kesiapan Pemerintah Daerah menyiapkan tenaga medis dan paramedis untuk vaksinasi,”kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, Moch Abdul Hakam, kepada Serat.id. Senin, 19 Oktober 2020.

Baca juga : Dinkes Sebut 11 Demonstran Penolak Omnibus Law Terpapar Covid-19

Ini Sejumlah Kebijakan Penanganan Covid-19 yang disorot Komnas HAM

Anggota Satpol PP Semarang Meninggal Terpapar Covid-19

Menurut Hakam, Dinkes Kota Semarang mengirimkan petugas Puskesmas dan pemegang program imunisasi dalam pelatihan secara Virtual. Meski belum menyebutkan jumlah vaksin yang akan diterima Kota Semarang, namun ia memastikan Kementerian Kesehatan sedang melatih petugas yang akan melakukan vaksinasi.

“Kami menyiapkan logistik vaksin dan bahan penunjang lainnya. Sedangkan mekanisme dropping dari pusat,” kata Hakam menambahkan.

Selain itu, Dinkes Kota Semarang juga membentuk Kelompok Kerja Pemantauan Dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (POKJA KIPI) serta menyiapkan Rumah Sakit (RS) rujukan bila terjadi KIPI. Tak hanya itu, sosialisasi kepada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dengan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) akan ditunjuk untuk Pos pemberian Vaksin Covid19.

“Menyiapkan RS rujukan untuk pemberian imunisasi Covid yang punya penyakit comorbid dan Menyiapkan ambulans di setiap pos untuk kegawadaruratan,”kata Hakam menjelaskan.

Hakam menyebut kelompok rentan usia 18 hingga 59 tahun meliputi Tenaga Medis (Nakes), yang bekerja di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia, kelompok prioritas yang ditetapkan berdasarkan kajian penyelidikan epidemiologi dan kebijakan operasional imunisasi covid 19.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan persiapan detail untuk program vaksinasi ini terus dilakukan dengan prioritas para tenaga medis dan aparat keamanan yang berada di garis terdepan dalam penanganan Covid-19.

“Pada tahap awal kami akan memberikan prioritas vaksin kepada mereka yang di garda terdepan, yaitu medis dan paramedik, pelayanan publik, TNI/Polri dan seluruh tenaga pendidik,” kata Terawan, di situs Kementrian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi. 

Tercatat Pemerintah pusat merencanakan program vaksinasi Covid-19 pada bulan November 2020. Vaksin tersebut didapatkan dari tiga perusahaan dari China, yaitu Cansino, Sinovac, Sinopharm yang masing-masing menyanggupi memberikan jutaan Vaksin.

Cansino menyanggupi 100 ribu vaksin (single dose) pada November 2020 dan sekitar 15-20 juta untuk 2021. G42/Sinopharm menyanggupi 15 juta dosis vaksin (dual dose) tahun ini, yang 5 juta akan mulai datang November 2020.

Sedangkan Sinovac menyanggupi 3 juta dosis vaksin hingga akhir Desember 2020, dengan komitmen pengiriman 1,5 juta dosis vaksin (single dose vials) pada minggu pertama November dan 1,5 juta dosis vaksin bentuk bulk.

Untuk 2021 Sinopharm mengusahakan 50 juta (dual dose), Cansino 20 juta (single dose), Sinovac 125 juta (dual dose). Single dose artinya satu orang hanya membutuhkan satu dosis vaksinasi, sementara dual dose membutuhkan dua kali vaksinasi untuk satu orang. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here