BERBAGI
Ilustrais protes omnibus law/ serat.id

Kalangan santri tidak bisa berkompromi pada UU Cipta Kerja karena kebijakan ini bertentangan dengan semangat Islam yang rahmatan lil’ alamin.

Serat.id – Front Nahdliyin untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam (FNKSDA) memeringati Hari Santri Ke-75 dengan seruan jihad melawan kebijakan neoliberal di Indonesia.

“Sebab, sekarang penjajahan itu melalui paket ekonomi dan regulasi seperti Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja yang berpotensi besar menyengsarakan rakyat dan merusak lingkungan di Indonesia,” kata Koordinator Komite Nasional FNKSDA, Roy Murtadho, kepada Serat.id , Kamis, 22 Oktober 2020.

Baca juga : Dinkes Sebut 11 Demonstran Penolak Omnibus Law Terpapar Covid-19

Tak Hanya Buruh, Omnibus Law UU Cipta Kerja Juga Merugikan Kelompok…

50 Advokat Minta Penangguhan Penahanan Mahasiswa Unissula Penolak Omnibus Law

Dia mengatakan, tentu saja kalangan santri tidak bisa berkompromi pada UU Cipta Kerja ini. Karena kebijakan ini bertentangan dengan semangat Islam yang rahmatan lil’ alamin.

Dengan demikian, pihaknya menyatakan sikap menolakan kebijakan itu dan sebagai jihad kaum santri untuk diperjuangkan bersama.

“Hal itu merupakan bentuk cinta mereka pada Rebublik Indonesia dan cara mereka meneladani dan mengkontekstual  perjuangan Hadratus Syekh Hasyim Asy’ari dan para ulama saat mengeluarkan maklumat resolusi jihad pada masa awal kemerdekaan,” kata Gus Roy pangilan akrab Roy Murtadho.

Dia mengatakan, FNKSDA meneruskan perjuangan para santri dan kiai terdahulu dengan situasi terkini.  “Dulu para santri dan kiai berjuang mengusir penjajah. Sekarang sudah seharusnya, santri turut serta melawan kebijakan neoliberal di Indonesia,” katanya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here