BERBAGI
Ilustrasi, pixabay.com

Ada syarat mutlak yang harus dipenuhi yaitu vaksin yang akan digunakan sudah terbukti efektivitasnya

Serat.id – Ikatan Dokter Indonesia menyarankan agar bahwa pemerintah tak tergesa-gesa mengeluarkan vaksin Covid-19. IDI menyebut perlu persiapan yang baik dalam pemilihan vaksin yang akan disediakan serta persiapan terkait pelaksanaannya.

“Dalam hal pemilihan jenis vaksin yang akan disediakan, ada syarat mutlak yang harus dipenuhi yaitu vaksin yang akan digunakan sudah terbukti efektivitasnya, imunogenitasnya serta keamanannya dengan dibuktikan adanya hasil yang baik melalui uji klinik fase 3 yang sudah dipublikasikan,” ujar Ketua Satgas Covid PB IDI, Prof  Zubairi Djoerban, dalam keterangan remsi yang diterima Serat.id, Jum’at, 23 Oktober 2020.

Baca juga : Program Vaksinasi Covid-19 diprioritaskan Usia 18 Hingga 59 Tahun

Ini Rekomendasi Ahli selamatkan Indonesia Dari Pandemi Covid-19

AJI Desak Pemerintah Transparan dan Terbuka Informasi Covid-19

Menurut Zubairi, program vaksinasi memang penting, tapi tidak dapat dilakukan dengan tergesa-gesa. Langkah yang dilakukan bisa melihat dulu efektivitasnya.

“Bahwa unsur kehati-hatian juga dilakukan Negara lain dengan tetap menunggu data lebih banyak lagi dari hasil uji klinis fase 3,” kata Zubairi menambahkan.

Zubairi mengatakan perlu belajar dari negara lain  di antaranya uji coba vaksinasi di Sinovac negara Brazil yang sudah selesai dilaksanakan untuk 9 ribu relawan. Namun hasilnya baru akan dikeluarkan segera setelah selesai dilakukan vaksinasi pada 15 ribu relawan.

Sedangkan dalam situasi pandemi WHO memperkenankan pembuatan dan penyediaan obat atau vaksin melalui proses Emergency use Authorization (EUA) untuk vaksin Covid-19 oleh lembaga yang mempunyai otorisasi.  Dalam konteks Indonesia yakni Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), maka harus memperhatikan keamanan, efektivitas dan imunogenitas suatu vaksin, termasuk bila terpaksa menggunakan skema EUA.

“Kami yakin bahwa BPOM akan menjaga kemandirian dan profesionalismenya,” katanya.

Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) dan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) juga menyerukan pernyataan serupa. Mereka memohon kepada PB IDI untuk

menyampaikan pemerintah agar memperhatikan pemberian vaksin covid-19.

“Untuk mencapai hasil yang baik dari program vaksinasi tersebut, diperlukan persiapan yang baik pula, yaitu vaksin yang dipersiapkan sudah terbukti efektifitas, kemanan, dan imunogenisitasnya melalui uji klinik dengan tahapan pengembangan vaksin baru,” kata Ketua Umum PAPDI, DR  Sally A. Nasution.

PDPI menghimbau agar setiap vaksin yang masuk Indonesia harus melewati uji klinis pada populasi Indonesia sebelum disuntikan ke orang Indonesia. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here