BERBAGI
Ilustrasi, pixabay.com

“Keberagamaan digital menggantikan keberagamaan tradisional, dan otoritas digital yang menggantikan otoritas tradisional,”

Serat.id – Rektor Institut Agama Islam Negeri Salatiga, Prof. Dr. Zakiyuddin Baidhawy menyatakan perkembangan digital akan memberi tantangan sekaligus peluang dalam moderasi beragama. Ia menyebut tantangan dihadapi di era teknologi digital di antaranya kehidupan spiritual yang mulai menggantikan agama yang terlembagakan.

“Keberagamaan digital menggantikan keberagamaan tradisional, dan otoritas digital yang menggantikan otoritas tradisional,” kata Zakiyuddin saat Webinar Keberagamaan di Era Digital: Relasi Agamawan dan Peradaban pada Sabtu 24 Oktober 2020 akhir pkan lalu.

Baca juga : IAIN Salatiga Gunjing Relasi Agamawan dan Peradaban di Era Digital

Galeri Industri Kreatif Semarang Bakal Terapkan Pembayaran Digital

Kenang Tenaga Kesehatan, Relawan Lapor Covid-19 Luncurkan Pusara Digital

Ia menyebut sejumlah nilai Islam yang saat ini masih relevan diaplikasikan dalam kehidupan dan peradaban di era digital. Sejumlah nilai norma atau ia sebut sebagai Wasathiyah Islam dapat menjawab tantangan tersebut.

“Wasathiyah Islam yaitu Tawassut yang berfungsi sebagai jalan tengah. I’tidal melakukan sesuatu secara adil dan seimbang, sesuai ekuilibrium. Sedangkan Tasamuh memiliki empati, simpati, dan toleransi. Ada juga Syura atau mengedepankan musyawarah,” kata Zakiyuddin menjelaskan.

Ia juga menyebut sejumlah nilai Islam lain, yakni Qudwah atau keteladanan yang diberikan oleh para pemimpin. Sedangkan Islah sebagai upaya menjalankan resolusi konflik. “Dan yang terakhir adalah Muwatanah atau kewarganegaraan dan nasionalisme,” kata Zakiyuddin menambahkan.

Akademi Pengajian Islam, Universiti Malaya, Malaysia, Prof. Dr. Mohd Roslan Mohd Nor memandang perlunya keabsahan dan keshahihan bahan kajian keagamaan yang ada di internet. Ia menyebut pesatnya perkembangan teknologi di era digital dan merebaknya pandemi Covid-19 mau tidak mau memaksa masyarakat terus mengandalkan internet.

“Maka dari itu, saya rasa perlu ada tanda keshahihan pada bahan kajian yang ada di internet,” kata Roslan.

Ia menilai umat harus pandai menggunakan dan memanfaatkan teknologi. “Tantangan yang dihasilkan perkembangan teknologi tentu ada dan tidak bisa dielakkan, maka dari itu penting bagi kita untuk bisa mengeksploitasinya secara positif,” kata Roslan menjelaskan. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here