BERBAGI
warga kendeng
Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JM-PPK) memperingati hari sumpah pemuda dengan menggelar acara warga dengan tajuk “Pemuda Indonesia Bersumpah untuk Ibu Bumi”. 28 Oktober 2020/ ist

Pemuda Indonesia Bersumpah untuk Ibu Bumi ;  bertumpah darah satu untuk menjaga Ibu Bumi, berbangsa satu wujudkan bangsa yang beradab, dan berbahasa satu hentikan penindasan

Serat.id – Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JM-PPK) memperingati hari sumpah pemuda dengan menggelar acara warga dengan tajuk “Pemuda Indonesia Bersumpah untuk Ibu Bumi”. Kegiatan digelar di Goa Lowo yang masuk dalam kawasan Pegunungan Karst Kendeng, Sukolilo, Pati.

“Rangkaian acara peringatan Hari Sumpah Pemuda oleh JM-PPK dimulai dengan menanam pohon secara bersama. Penanaman pohon dilakukan dengan tujuan untuk memastikan hijau dan lestarinya wilayah Pegunungan Karst Kendeng,” kata pegiat JM-PPK, Agung Pangestu, Rabu 28 Oktober 2020.

Baca juga : Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng Peringati Kemerdekaan Dengan Keprihatinan

Mereka Yang Menggelar Peringatan Kemerdekaan di Atas Reruntuhan

Kritik Kemerdekaan Dari Panggung Rakyat

Usai menanam pohon warga yang hadir juga melakukan kegiatan mengucapkan sumpah bersama. Isi sumpah bersama itu disusun oleh warga khususnya para pemuda mengambil inspirasi dari naskah sumpah pemuda asli tetapi dengan penyesuaian dalam beberapa bagian sesuai dengan konteks dan refleksi atas persoalan yang dihadapi di wilayah Pegunungan Kendeng.

Sumpah dilakukan pegiat JM – PPK Hasil dinamakan “Sumpah Pemuda kepada Ibu Bumi”, yang memuat sejumlah pokok sumpah yakni : bertumpah darah satu untuk menjaga Ibu Bumi, berbangsa satu wujudkan bangsa yang beradab, dan berbahasa satu hentikan penindasan

“Sumpah ini merupakan gambaran atas persoalan mendasar yang kian dirasakan secara serius oleh para pemuda sebagai generasi penerus yakni aktivitas perusakan lingkungan,” kata Agung menjelaskan.

Menurut dia, lingkungan adalah aspek yang sangat krusial bagi kehidupan ke depan.  Namun, dengan peranannya yang begitu penting, lingkungan hidup justru saat ini sedang dalam ancaman karena kelestariannya semakin dikesampingkan dalam praktik-praktik pembangunan yang mengesampingkan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan lingkungan.

Dalam acara ini, JM-PPK terus menyoroti dan menagih keseriusan komitmen pemerintah untuk berpihak pada kelestarian lingkungan. Termasuk tangungjawab kepedulian kebijakan  yang hingga saat ini masih mengancam pegunungan Kendeng.

“Pemerintah  justru terus memilih dan mendukung untuk merusak Pegunungan Kendeng dengan aktivitas pertambangan dibanding dengan menjaga kelestarian alam. Adalah perwujudan nyata bahwa pemerintah masih abai terhadap lingkungan,” kata Agung menegaskan.

JM-PPK menyatakan praktik pembangunan yang sangat merusak dan merugikan hanya akan membawa kerugian teramat besar dalam jangka panjang. Tidak hanya bagi generasi saat ini tetapi juga bagi generasi yang akan datang. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here