BERBAGI
Ilustrasi demonstrasi. (foto pixabay.com)

Presiden Prancis Emmanuel Marcon mengaitkan agama Islam dengan tindakan terorisme

Serat.id – Ratusan demonstran dari berbagai organisasi masa berbasis agama Islam di Kota Semarang mengecam pernyataan Presiden Perancis Emmanuel Macron, yang dianggap melukai umat muslim karena menghina Nabi Muhammad. Kecaman disampaikan dengan menggelar protes di depan patung kuda Universitas Diponegoro, Jalan Pahlawan Semarang, Jumat 30 Oktober 2020.

“Kami mengecam keras perbuatan Presiden Prancis yang menistakan nabi. Ini bentuk pembelaan kepada kaum muslimin. Maka kami menyerukan memboikot produk-produk dan segala hal dari Prancis,” kata ketua Mualaf Center Kota Semarang, Agus Trianto.

Baca juga : LPBINU Jateng Kampanyekan Islam Ramah Lingkungan

Rais Syuriah PCINU Australia-Selandia Baru: Terorisme Problem Kemanusiaan

Keberagamaan Digital Menggeser Tradisi, Sebuah Tantangan Peradaban

Ia menyebut ada ratusan umat muslim yang tergabung dalam aksi memprotes tindakan Presiden Prancis Emmanuel Marcon yang mengaitkan agama Islam dengan tindakan terorisme.  “Ada sekitar 200 orang dari berbagai Ormas Islam di Semarang sebagai peserta aksi. Kami diberikan tempat dan ruang untuk menyampaikan aspirasi,” Kata Agus menambahkan.

Mereka memulai aksi bela nabi tersebut dari titik kumpul Masjid Baiturrahman Simpang Lima. Aksi protes juga dilakukan dengan menginjak poster wajah Presiden Perancis dilakukan oleh salah satu demonstran.

Dalam aksinya mereka juga membawa poster besar bertuliskan ‘Mengecam Pembuat Karikaktur Nabi Muhammad SAW’ dan ‘We are Ready to Die for Our Beloved Prophet’.

Tercatat pernyataan Presiden Perancis Emmanuel Macron yang mengaitkan agama Islam dengan tindakan terorisme atas penyerangan warga Prancis. Selain itu sebuah media di Prancis juga sering membuat karikatur  nabi. Hal itu dinilai menimbulkan sentimen agama khususnya umat Islam. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here