BERBAGI
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat menghadiri upacara pemakaman almarhum Sutopo Purwo Nugroho, Senin, 8 Juli 2019. (istimewa)
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat menghadiri upacara pemakaman almarhum Sutopo Purwo Nugroho, Senin, 8 Juli 2019. (istimewa)

“Belum tentu nanti survei yang akan datang tinggi lagi,”

Serat.id –   Pengamat politik dari Universitas Diponegoro Semarang, Teguh Yuwono mengatakan tingginya elektabilitas Gubernur Jawa Tengah  Ganjar Pranowo yang unggul dalam sejumlah survei saat ini bukan menjadi patokan popularitas politik.

Tercatat hasil survei Indikator Politik Indonesia yang dikeluarkan pada Minggu, 25 Oktober 2020 menunjukkan elektabilitas Ganjar unggul dalam bursa Pilpres 2024. Bahkan mampu mengalahkan Puan Maharani ketua DPR RI.

“Ini belum bisa dijadikan patokan karena waktunya masih panjang. Dinamika masih naik turun,” kata Teguh Yuwono, kepada serat,id, Selasa 3 November 2020.

Baca juga : Ganjar Pranowo Resmikan Galeri Industri Kreatif Semarang

Gubernur Ganjar ancam Pejabat Korup Saat Pandemi

Penolakan Pemakaman Jenazah Positif Covid-19, Ganjar : Melukai Perasaan Keluarga

Menurut Teguh, sejumlah nama kepala daerah yang populer seperti Ganjar Pranowo,Tri Rismaharini dan Ridwan Kamil diakui  populer karena kesuksesannya memimpin sehingga menjadi catatan tersendiri oleh masyarakat.

“Ini menunjukan masyarakat mulai rasional, memilih presiden karena punya pengalaman yang dianggap baik sebelumnya,” kata Teguh menambahkan.

Meski ia mengatakan dunia politik tidak se-ideal realitas teoritik seperti kecenderungan yang ia sampaikan.  Ia menyebut masih banyak kepentingan di dalam partai politik sebagai pengusung calon, termasuk orang yang kuat di Parpol tersebut.

Ia menjelaskan sekuat apapun elektabilitas Ganjar tidak bisa dilepaskan peran Megawati. “Dan Megawati disini juga ada Puan Maharani, ada anak-anaknya juga yang tentu berpikir strategis tentang hal seperti itu,” kata Teguh menjelaskan.

Ia menilai saat ini yang perlu dilakukan partai membiarkan mereka bekerja dan biar masyarakat yang menilai, hingga pada waktu tertentu siapa pun yang masuk bursa bisa dipertimbangkan.

“Jadi saya kira stok pemimpinya banyak, yang jadi masalah adalah siapa yang mampu merebut hati rakyat. Dan saya kira itu dinamis dan naik turun. Sekarang Ganjar tinggi, belum tentu nanti survei yang akan datang tinggi lagi,” katanya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here