BERBAGI
Positif Covid-19
Ilustrasi, pixabay.com

Agenda kampanye tetap berjalan. Posko tetap beraktivitas seperti biasa. Ketua tim pemenangan akan mendorong agar kampanye terus berjalan.

Serat.id – Seluruh keluarga dan tim yang berinteraksi dengan calon wali kota Semarang, Hendrar Prihadi, sudah menjalani tes swab.

‘’Hasilnya semua negatif,’’ kata Setyo Maharso, perwakilan keluarga Hendi panggikan akrab Hendrar Prihadi, dalam keterangan pers yang diterima Serat.id, 4 November 2020.

Baca juga : Hendi-Ita Punya Hutang Miliaran, Namun Kekayaan Mereka Lebih Banyak

Hendi-Ita dipastikan Calon Tunggal, Pengamat : Krisis Kaderisasi Partai

Daftar ke KPU, Pasangan Bakal Calon Hendi – Ita dipastikan Tak…

Sebelumnya, pasangan calon wali kota Semarang, Hendrar Prihadi dan Hevearita Gunaryanti Rahayu (Hendi-Ita) menjalani tes swab keempat sepanjang masa kampanye pemilihan kepala daerah.

Dari hasil tes swab yang keluar pada Minggu malam, 1 November 2020 itu diketahui Hendi positif Covid-19.

“Meski tanpa gejala, kondisi Mas Hendi baik. Sudah tertangani oleh tim ahli Rumah Sakit dr Karyadi,” Kata Setyo Maharso.

Untuk proses kampanye, kata Kadarlusman selaku Ketua Tim Pemenangan Hendi-Ita, pihaknya akan tetap fokus melakukan kegiatan sosialisasi hingga hari pencoblosan pada 9 Desember 2020 mendatang.

“Agenda kampanye tetap berjalan. Posko tetap beraktivitas seperti biasa. Saya selaku ketua tim pemenangan bersama teman-teman akan mendorong kampanye terus berjalan, meskipun Mas Hendi harus beristirahat untuk sementara waktu,” katanya.

Adapun terkait debat atau pemaparan visi misi yang akan diselenggerakan oleh KPU Kota Semarang, dia belum dapat memastikan apakah Hendi dapat mengikutinya atau tidak.

“Untuk persiapan debat penyampaian visi misi, jika diperbolehkan hanya dihadiri oleh Mbak Ita. Kami pun siap. Intinya tidak ada kegiatan yang kami tawar, semua kami tetap akan dijalankan,” terangnya.

Sebelumnya, Komisioner KPU kota Semarang, Novi Maria Ulfa mengatakan, kampanye bisa dilakukan oleh pasangan calon maupun timnya dan bisa dilakukan secara virtual.

Ia mengatakan, ketidakhadiran pasangan calon dalam agenda penajaman visi misi pada 18 November 2020 mendatang bisa dengan membuktikan surat keterangan dari dokter.

“Tentu ada ketentuanya. Yang jelas kami akan melihat lagi ketentuan dan agenda tahapan,” katanya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here