BERBAGI
ilsutrasi, pixabay.com

Film dapat bermanfaat secara positif bagi perkembangan anak. Sebab, informasi yang didapat di film tidak tersedia di pendidikan formal dan dapat memperkenalkan nilai budaya. 

Serat.id – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), I Gusti Ayu Bintang Darmawati mengungkap, berdasarkan survei Lembaga Sensor Film (LSF) pada 2019, jumlah penonton anak dan remaja di bioksop hanya berada di angka 33 persen dan tidak sebanding dengan film yang tersedia bagi usianya.

“Kondisi ini membuat penonton anak, beralih turut menonton genre film yang tidak sesuai dengan usianya,” ujar Bintang dalam diskusi daring yang digelar Lembaga Sensor Film bertajuk “Film dalam Perspektif Perlindungan Anak dan Hak Asasi Perempuan”, Selasa, 3 November 2020.

Baca juga : Siaran di Indonesia Tak Ramah Anak

Film Tilik dalam Perspektif Perempuan, Kamu Gimana?

Cinema Drive In, Memanjakan Penikmat Film di Tengah Pandemi

Dia menyebutkan, pada 2019 film anak  tidak mengalami pertumbuhan dan hanya bertahan di angka 2 persen dari total produksi film pada 2017 dan tahun 2018. Padahal, pada tahun tersebut, berdasarkan catatan Badan Ekonomi Kreatif tahun 2018, industri perfilman sedang tumbuh positif.

“Minimnya film–film dengan segmentasi anak dimungkinkan karena adanya anggapan bahwa segmentasi anak tidak komersil,” ujarnya.

Dia menjelaskan, film dapat bermanfaat secara positif bagi perkembangan anak. Sebab, informasi yang didapat di film tidak tersedia di dalam pendidikan formal dan dapat memperkenalkan nilai budaya.  Untuk itu, film layak anak merupakan hal yang penting karena secara psikologis anak akan cenderung meniru perilaku dari tontonan yang telah dilihatnya.

Selain itu, Bintang juga menyoroti  iklan rokok yang tidak cocok dipertontonkan oleh anak yang kerap ditemui di bioskop, baik sebelum film dimulai, di ruang tunggu, serta di ruang pembelian tiket.

Ia menyayangkan aturan pelarangan iklan rokok di film bioskop belum terakomodasi dalam UU  No 33 Tahun 2009 tentang Perfilman. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here