BERBAGI
Ilustrasi, pixabay.com

Ada kaitan antara proses yang dilakukan saat ini dengan jawaban yang diberikan oleh responden yang banyak ragu

Serat.id – Survei yang dilakukan lapor Covid-19 menunjukan mayoritas masyarakat masih ragu menerima vaksin Covid-19 yang diprosuksi sejumlah intitusi. Tercatat 70 persen responden masih ragu-ragu hingga tidak bersedia mengonsumsi obat yang diproduksi Unair.

“Sedangkan 69 persen responden ragu-ragu menerima vaksin Sinovac-Biofarma, dan 56 persen responden ragu-ragu tidak bersedia menerima vaksin Merah Putih hasil kolaborasi Eijkman-Biofarma,” kata koordinator Koalisi Warga laporcovid19.org, Irma Hidayani, saat diskusi daring “Menguji Transparansi Keamanan Vaksin Covid-19”, Rabu, 4 November 2020.

Baca juga : IDI Sarankan Pemerintah Tak Asal Keluarkan Vaksin Covid-19

Program Vaksinasi Covid-19 diprioritaskan Usia 18 Hingga 59 Tahun

Ini Rekomendasi Ahli selamatkan Indonesia Dari Pandemi Covid-19

Irma menduga ada kaitan antara proses yang dilakukan saat ini dengan jawaban yang diberikan oleh responden yang banyak ragu menerima vaksin. “Ada beberapa hal yang menjadi PR pemerintah, yaitu lebih meyakinkan masyarakat. Tidak bisa hanya melakukan kemasan komunikasi tentang vaksin ini,” kata Irma menjelaskan.

Ia menyarankan pemerintah dan jajaranya bisa memastikan melakukan semua prosedur pembuatan vaksin yang dilakukan dengan baik dan benar sesuai dengan metodologi pembuatan vaksin yang berlaku.

“Khususnya mereka yang bekerja untuk proses uji klinis fase ketiga dan satgas Covid 19,” katanya

Ketua Umum Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Harif Fadhilah mengatakan jika pemerintah tidak mungkin gegabah dalam pemberian vaksin covid-19 ini. “Sangat tidak masuk diakal jika pemerintah Indonesia gegabah dalam rangka pemberian vaksin,” kata Harif.

Meski ia mengatakan vaksin bukan satu-satunya cara menangani Covid-19, namun yang penting pihaknya sangat mendukung dan mendorong agar Indonesia juga bisa menyediakan vaksin untuk rakyat. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here