BERBAGI
serat.id
Ilustrasi, pixabay.com

Kelompok awan yang berbentuk seperti piring atau lensa yang terperangkap dalam lapisan atmosfer bawah

Serat.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut Fenomena awan berbentuk seperti topi atau Lenticularis di atas gunung merbabu merupakan kelompok awan yang berbentuk seperti piring atau lensa yang terperangkap dalam lapisan atmosfer bawah.

“Terperangkapnya awan tersebut karena awan Lenticularis umumnya nampak diam pada tempat terbentuknya,” kata Kasi Data Dan Informasi BMKG Klas I Semarang, Iis Harmoko kepada Serat.id, Kamis, 5 November 2020.

Baca juga : Api Abadi Mrapen Padam, Ini Kemungkinan Penyebabnya

Waspadai Hujan Intensitas Tinggi

Ini Penyebab Rob di Sejumlah Kawasan, Khususnya Pantura

Iis menyebut awan Lenticularis mulai terbentuk ketika arus angin yang mengalir sejajar permukaan bumi, mendapat hambatan dari objek tertentu seperti pegunungan.

“Akibat hambatan tersebut, arus udara tersebut bergerak naik secara vertikal menuju puncak awan,” kata Iis menambahkan.

Menurut dia, saat udara tersebut melewati puncak gunung dan bergerak turun, proses kondensasi terhenti. Jik udara naik tersebut mengandung banyak uap air dan bersifat stabil, maka saat mencapai suhu titik embun di puncak gunung uap air tersebut mulai berkondensasi menjadi awan mengikuti kontur puncak gunung.

“Inilah mengapa awan Lenticularis terlihat diam karena awan mulai terbentuk dari sisi arah datangnya angin atau windward side di puncak gunung, kemudian menghilang di sisi turunnya angin atau leeward side,” katanya menjelaskan.

Munculnya awan Lenticularis itu merupakan pertanda keberadaan gelombang gunung. Yang dapat menyebabkan terbentuknya turbulensi yang berbahaya bagi penerbangan. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here