BERBAGI
serat.id
Ilustrasi, pixabay.com

“Ada beberapa lokasi terdampak yang diperkirakan akan dilakukan evakuasi apabila Gunung Merapi meletus,”

Serat.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah melakukan sejumlah persiapan terkait status Gunung Merapi di level siaga. Di antaranya konsep Desa Paseduluran sebagai lokasi pengungsian bagi masyarakat terdampak.

“Ada beberapa lokasi terdampak yang diperkirakan akan dilakukan evakuasi apabila Gunung Merapi meletus,” kata Plt. Kalakhar BPBD Jawa Tengah, Safrudin Kamis, 5 November 2020 kemarin.

Baca juga : Antisipasi Banjir, BPBD Pasang Alat EWS

Musim Kemarau, BPBD Jateng Lebih Mewaspadai Kebakaran Hutan

Ancaman Longsor, Sejumlah Rumah di Perumahan Ini Mulai Retak

Ia menyebut lokasinya pengungsian di tiga wilayah, yakni di Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Klaten.

Dari tiga kabupaten itu terdapat sembilan desa. Di antaranya, Desa Ngargomulyo, Desa Krinjing, Desa Paten, Desa Tlogolele, Desa Klakah, Desa Jrakah, Desa Tegal Mulyo, Desa Sidorejo, dan Desa Balerante.

“Warga yang tinggal di desa tersebut akan dievakuasi di tempat pengungsian yang disiapkan. Jadi mekanismenya dari desa ke desa paseduluran yang lain,” kata Safrudin menambahkan.

Dia menjelaskan kemungkinan daerah yang akan terdampak itu yakni berjarak antara 3 hingga 5 kilometer dari puncak Gunung Merapi. Warga yang tinggal di desa berjarak minimal 3 hingga 5 kilometer dari puncak harus hati-hati untuk menghindari adanya material letusan yang terlontar.

BPBD Jateng sudah menyiapkan beberapa titik lokasi pengungsian bagi warga yang terdampak tersebut di sejumlah desa paseduluran yang lain. Di antaranya warga yang tinggal di Kabupaten Magelang di Desa Krinjing, Kecamatan Dukun ke desa paseduluran Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan. Sedangkan warga di Kabupaten Boyolali di Desa Tlogolele, Kecamatan Selo ke desa paseduluran Desa Mertoyudan, Kecamatan Mertoyudan dan warga.

“Di Kabupaten Klaten di Desa Tegal Mulyo, Kecamatan Kemalang ke desa paseduluran desa Demak Ijo, Kecamatan Karangnongko,” kata Safrudin menjelaskan

Diperkirakan letusan gunung berapi kali ini tak seperti letusan yang terjadi pada tahun 2010. Letusan kali ini diperkirakan menyerupai letusan tahun 2006. BPBD telah menyiapkan tempat pengungsian dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat mengingat semasa pandemi Covid-19. Selain itu memastikan kesiapan logistik bagi warga di tempat pengungsian agar tercukupi. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here