BERBAGI
Ilustrasi debat, adu gagasan, pixabay.com

Para calon belum terlalu spesifik berbicara tema yang ditawarkan

Serat.id –  Pengamat politik dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Teguh Yuwono menyebut debat terbuka pasangan calon Wali Kota dan wakil Wali Kota Solo,  Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa VS Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo) Jumat, 6 November 2020, masih hambar.  Meski ia menilai dari sudut pandang komunikasi politik menyebut debat itu mewakili generasi muda dan generasi tua.

“Seperti bumi dan langit. Dari komunikasi politik kemampuan-kemampuan yang ditujukan itu apakah menentukan pilihan-pilihan rasional orang,”  kata Teguh, Sabtu, 7 November 2020.

Menurut Teguh debat itu mempertentangkan generasi milenial dengan sejumlah pengalaman di sektor bisnis, dan orang lama yang berkomunikasi dengan cara-cara konvensional. “Yang tua kalem dan yang muda berapi-api,” kata Teguh menambahkan.

Baca juga : Bawaslu Sebut Partai Pengusung Paslon Pilkada Tak Patuh Protokol Kesehatan

Radio Diminta Ikut Dongkrak Partisipasi Pemilih

Dua Daerah di Jateng Ini Paling Rawan Pilkada 2020

Ia menilai para calon belum terlalu spesifik berbicara tema yang ditawarkan. Sedangkan temanya masih seputar Solo Kota berbudaya modern, tapi perlu juga sudah harus membahas ekonomi.

“Harusnya  mereka cerita tentang pinggir kali, terus soal beberapa aspek yang berhubungan dengan penggunaan tata guna lahan, bagaimana mengelola lingkungan,” kata Teguh  yang menilai tema debat masih campur aduk dan belum fokus.

Ia berharap debat yang akan datang diberi studi kasus yang lebih nyata di lapangan. Sedangkan pertanyaan seperti narkoba, penanganan Covid-19 menjadi tema yang terlalu umum. “Artinya tidak kemudian merujuk pada realitas masalah dilapangan,” katanya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here