BERBAGI
Mike siaran
Ilustrasi, pixabay.com

Berdakwah hendaknya mengedepankan tiga pilar. Yakni keagamaan, kebangsaan nasionalisme dan perekonomian.

Serat.id – Ulama kharismatik asal Kota Pekalongan Jawa Tengah, Habib Luthfi bin Yahya, menyerukan pentingnya tiga pilar dakwah dalam kontek kebangsaan. Hal itu disampaikan Habib Lutfi dalam orasi ilmiah yang berjudul “Strategi Pemberdayaan Umat dan Sejarah Kebangsaan” saat penganugerahan doktor kehormatan di Universitas Negeri Semarang, Senin, 9 Novemeber 2020.11.9

 “(Strategi dakwah) ini terkait kondisi bangsa Indonesia yang telah terkikis rasa nasionalismenya,” ujar Habib Luthfi.

Baca juga : Habib Luthfi Raih Doktor Kehormatan Komunikasi Dakwah dan Sejarah Kebangsaan

IAIN Salatiga Gunjing Relasi Agamawan dan Peradaban di Era Digital

Keberagamaan Digital Menggeser Tradisi, Sebuah Tantangan Peradaban

Menurut Habib Luthfi, strategi komunikasi berdakwah hendaknya mengedepankan tiga pilar yakni keagamaan, kebangsaan nasionalisme dan perekonomian. Sedangkan pengetahuan dan pemahaman sejarah kebangsaan yang dimiliki setiap warga negara akan membentuk karakter cinta tanah air dan bela negara. 

Ia mengajak para ulama untuk mencontoh strategi dakwah yang diterapkan oleh Nabi Muhammad tanpa menghunus pedang. “Dakwah yang baik sebaiknya dilakukan melalui kelembutan bahasa dan sikap,” ujar Habib Lutfi menambahkan.

Habib juga mengingatkan kondisi keterbukaan informasi membuat penggunaan bahasa beperan penting dalam menentukan kondisi beragama berbangsa dan bernegara. Sedangkan saat ini tantangan penyebaran hoax dapat menyebabkan situasi kacau bagi bangsa.

 “Karena itu pendakwah sebagai salah satu publik figur perlu mengedepankan hal-hal yang tidak menyimpang dalam khazanah beragama dan bernegara,” kata Habib menjelaskan.

Habib melihat sejarah kemajuan bangsa Indonesia tidak terlepas dari teknologi dan pertumbuhan ekonomi. Hal ini terbukti dengan teknologi yang diterapkan oleh leluhur bangsa dalam membangun Candi Borobudur dan Candi Prambanan.  Situs tersebut menunjukkan bahwa dari segi ekonomi mereka juga maju.

 “Para leluhur bangsa Indonesia telah mampu mewujudkan kebhinekaan dengan bukti Borobudur dan Prambanan yang berbeda ideologi,” katanya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here