BERBAGI
Ilustrasi, pixabay.com

Sejak pandemi Covid-19 perolehan darah menurun menjadi 4.800 kantong dari pemasukan donor antara 6 ribu hingga 7 ribu kantong darah saban bulan.

Serat.id – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang mengakui pandemi Covid-19 menyebabkan krisis darah. Tercatat perolehan darah saat pandemi menurun menjadi 4.800 kantong per bulan.

“Sedangkan permintaan darah setiap hari tidak selalu sama. Namun, kami harus mampu menyediakan sekitar 300 hingga 350 kantong darah setiap hari. Yang penting prinsipnya bisa memenuhi semua kebutuhan darah,” kata Kepala Bagian Pelayanan Donor Paling Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang, dr Yusti Triwianti, kepada Serat.id, Senin 9 November 2020.

Baca juga : Indonesia Tertinggal Jauh Dalam Pelayanan Darah Untuk Pasien

Tak Semua Puskesmas Siap Cegah dan Kendalikan Covid-19

Masyarakat Masih Ragu Menggunakan Vaksin Covid-19

Yusti menyebut sejak pandemi perolehan darah menurun menjadi 4.800 kantong dari pemasukan donor yang antara 6 ribu hingga 7 ribu kantong darah saban bulan. “Selama pandemi memang stok darah naik turun setiap harinya, jadi tidak menentu. Setiap hari sekitar 160 kantong darah dari yang sebelumnya sekitar 200 hingga 230 kantong darah,” kata Yusmi menambahkan.

Berdasarkan situs resmi dari PMI Kota Semarang yang diperoleh pada Senin, 9 November 2020 pukul. 17.00 WIB, stok darah yang tersedia sebanyak 1.237 kantong, terdiri atas empat golongan darah dan tujuh komponen darah.

“Untuk stok darah kita biasanya update di media sosial UDD setiap hari, dan di website PMI Kota Semarang realtime. Namun, jumlah stok darah tersebut dapat berubah setiap saat,” Kata Yusti menjelaskan.

Sedangkan selama beberapa hari terakhir permintaan golongan darah AB dan B meningkat. Ia mengakui sekarang semua golongan darah menipis. Sudah tiga hari ini PMI menerima banyak permintaan untuk dua golongan darah tersebut. Tercatat sudah ada 25 permintaan kebutuhan golongan darah A dan AB yang masih belum terpenuhi.

“Sudah ada 25 antrian formulir yang sementara ini masih belum bisa terlayani kebutuhan darahnya. Paling banyak kebutuhan golongan darah B,” katanya.

PMI Kota Semarang terus berupaya agar stok darah mencukupi dengan cara bekerja sama dengan pemerintah, instansi swasta, koordinator donor, dan komunitas masyarakat. Selain itu mengerahkan armada bus dan elf donor untuk selalu stanby di daerah Tembalang, Ngaliyan dan di sejumlah kampus untuk menjaring masyarakat yang tidak bisa dapat langsung ke gedung UDD. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here