BERBAGI
pendidikan, serat.id
Ilustrasi, pixabay.com

Jumlah sekolah negeri di Kota Semarang sendiri sebanyak 326 SD negeri sedangkan SMP negeri mencapai 44 sekolah

Serat.id – Pemerintah Kota Semarang memastikan sekolah tatap muka akan dibuka saat status kawasan setempat zona kuning. Saat ini Pemkot Semarang belum mengizinkan pembelajaran tatap muka.

“Karena Kota Semarang saat ini masih berzona orange,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang, Gunawan Saptogiri, Senin, 9 November 2020.

Baca juga : Dewan Pendidikan Jateng Minta Sekolah Tak Gelar KBM Tatap Muka

Imbas Pandemi Covid-19, Orang Tua Enggan Daftarkan Anak ke PAUD

Pesantren Diminta Beradaptasi Dengan Covid-19, Ini Penjelasan Wamenag

Menurut Gunawan, seluruh sekolah mulai tingkat SD Negeri dan SMP Negeri akan mempersiapkan uji coba pembelajaran tatap muka jika nanti sudah diizinkan dibuka.

“Semua sekolah sedang menyiapkan sarana dan prasarana dengan protokol kesehatan ketat. Saat ini memang belum diizinkan, sedang kita kaji,” kata Gunawan menambahkan.

Tercatat jumlah sekolah negeri di Kota Semarang sendiri sebanyak 326 SD negeri sedangkan SMP negeri mencapai 44 sekolah. Jika diperbolehkan menggelar pembelajaran tatap muka, maka semua sekolah itu harus mempersiapkan protokol kesehatan dengan ketat, mulai dari pakai masker, jaga jarak, mencuci tangan, setiap kelas akan diisi 50 persen dari jumlah siswa termasuk pengaturan tersebut agar tidak berkerumun dan pengaturan saat berangkat dan pulang.

Dinas Kesehatan Kota Semarang juga akan memberlakukan rapid test di setiap sekolah sebelum pembelajaran tatap muka berlangsung. Hal ini dilakukan guna memutus penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinkes kemungkinan nanti akan di rapid dulu untuk guru dan siswanya. Ini tugas kita bersama, selama kita bisa mentaati prokes nantinya pembelajaran tatap muka bisa berjalan dengan baik,” kata Gunawan menjelaskan .

Selain itu, sekolah juga diwajibkan memberikan materi pembelajaran tentang Covid-19 dan penguatan karakter kepada para siswa. Hal ini bertujuan agar siswa benar-benar mengenal bahaya Covid-19 dan mengetahui cara pencegahannya.

Anggota Komisi Pendidikan dan Kesejahteraan Sosial, DPRD Jateng, Yudi Indras Wiendarto, mengingatkan agar sekolah penerapan standar protokol kesehatan mesti ditingkatkan, ketika uji coba sekolah tatap muka di beberapa sekolah diberlakukan. Peryataan Yudi itu terkait kekhawatiran seiring dengan masih meningkatnya jumlah kasus Covid 19 di Jawa Tengah.

“Rata-rata anak dan usia muda itu kan imun tubuhnya bagus. Bisa jadi terpapar (Covid 19) namun asymptomatic. Terpapar Covid 19, namun tidak menimbulkan gejala apa-apa-apa tapi mereka bisa menularkan ke orang lain,” kata Yudi.

Ia juga mendesak pemerintah Jateng melaksanakan rapid test dan swab bagi siswa maupun guru di sekolah yang telah melakukan uji coba pembelajaran tatap muka. “Hal ini penting. Kelihatanya siswa baik-baik saja, tapi bisa jadi yang terpapar malah keluarganya di rumah,” katanya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here