BERBAGI
Ilustrasi, pixabay.com

Menjadi ancaman kesehatan publik

Serat.id – Kasatgas pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Dian Patria menemukan banyak permasalahan-permasalahan ketidakpatuhan pelaku usaha yang saat ini masih dibiarkan. Di antaranya temuan limbah medis penanganan Covid-19 masih diabaikan oleh pengusaha.

“Ada kasus pembuangan limbah di Cirebon, Karawang, Jawa timur dan Aceh, ada permasalahan limbah medis. terakhir di Bekasi baru-baru ini ada limbah medis bekas covid yang dibuang di pinggir jalan,” ujar Dian, Rabu, 11 November 2020.

Baca juga : Ini Awal Penularan Covid-19 ke Tenaga Medis di Salatiga

Puluhan Tenaga Medis RSUP Kariadi Positif Covid-19

Tak Semua Puskesmas Siap Cegah dan Kendalikan Covid-19

Menurut Dian data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) menyebutkan ada masalah keterbatasan dalam pengelolaan limbah medis. “Dari 102,65 ton per hari yang bisa diolah hanya 30 ton, sisanya 70 ton per hari tidak diolah,” kata Dian menambahkan.

Ia merekomendasikan dibangun sistem monitoring terintegrasi antara Kementrian LHK, Kemenhub, dan Pemda agar ada satu basis yang sama mulai dari siapapun yang punya izin, termasuk neraca limbah tadi perlu adanya pengawasan.

Penasihat Senior Nexus3, sebuah lembaga swadaya yang bergerak di bidang lingkungan dan pemberdayaan masyarakat, Yuyun Ismawati menyatakan penanganan limbah rumah tangga pada saat pandemi Covid-19 juga harus diperhatikan.

“Rumah ODP dan PDP atau suspek yang sebetulnya harus ada fasilitas penampungan sampah transitnya untuk disimpan dua harian,” kata Yuyun.

Maka, kata Yuyun setelah dua hari disimpan ditempat yang penampungan transit ini bisa dibawa ke pengolahan akhir. Langkah itu, kata Yuyun harus ada efort dari daerah, dan di  lingkungan harus di koordinasi.

“Biasanya mereka dapat arahan dari dinas lingkungan hidup atau dinas kebersihan dari kota dan provinsi supaya jadi terkoordinasi semua,” kata Yuyun. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here