BERBAGI
serat.id
Ilustrasi, pixabay.com

Saat ini 1.014 jiwa dari tiga kabupaten telah dievakuasi 

Serat.id – Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Tengah mencatat sebanyak 20 Daya Tarik Wisata (DTW) yang berada di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III Gunung Merap ditutup. Penutupan obyek wisata di Jateng berada di dua Kabupaten yakni Klaten dan Magelang menyusul status Siaga Gunung Merapi.

” Yang untuk di lereng Merapi jelas kabupaten Klaten dan Magelang sudah mengeluarkan surat penutupan obyek wisata. Kalau di Merapi ada 10 destinasi wisata dan 3 desa wisata, kemudian Klaten ada 7 desitinasi wisata,” kaata Kabid Pengembangan Destinasi Pariwisata Jateng, Purwanto mengatakan Rabu 11 November 2020.

Berita terkait : Siaga Merapi, Lembaga Kemanusiaan Mulai Terjun di Lokasi

Status Siaga Merapi, BPBD Utamakan Evakuasi Warga Rentan

Siaga Merapi, BPBD Sediakan Konsep Desa Paseduluran

Ia menjelaskan, penutupan DTW dilakukan hingga waktu yang belum ditentukan sejak Senin awal pekan kemarin berdasarkan dari Balai Geologi Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi tentang peningkatan status aktivitas Gunung Merapi.

” Penutupan wisata sudah sejak 3 hari lalu,” kata Purwanto menambahkan.

Purwanto mengimbau, agar pemerintah daerah dan pengelola obyek wisata untuk menghentikan seluruh kegiatan. Serta mentaati aturan yang ada agar tak menimbulkan hal-hal yang tak diinginkan saat Erupsi Merapi. ” Jadi tolong kerjasamanya selama Erupsi Merapi agar tak ada kegiatan di daerah wisata,” katanya.

Humas PMI Jawa Tengah, Nashir menyebut saat ini 1.014 jiwa dari tiga kabupaten telah dievakuasi terkait dengan status gunung merapi yang siaga. Kabupaten yang dimaksud yakin, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Klaten.

“Ada 758 jiwa dari pengungsi di Kabupaten Magelang, dengan rincian laki-laki 216, perempuan 435, balita 181, ibu hamil dan menyusui 73, lansia 176 dan disabilitas 16 jiwa,” kata Nashir.

Menurut dia, di Kabupaten Klaten 123 jiwa. Laki-laki 19, perempuan 16, balita 12, ibu hamil dan menyusui 3, lansia 35, dan disabilitas 3 jiwa.

Di Kabupaten Boyolali ada 133 jiwa. Laki-laki 37, perempuan 96, balita 36, Ibu hamil dan menyusui 5, lansia 24, dan disabilitas 4 jiwa. Ia mengatakan pengungsi di balai Desa Klakah. pengungsi itu berasal dari Dukuh Sumber, Desa Klakah, Kecamatan Selo ada 52 jiwa. (*) ANINDYA PUTRI. PRADITYA WIBBY

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here