BERBAGI
Sejumlah sibuk mengatur lalu lintas jalan Muktiharjo Raya, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, yang terendam banjir pada Rabu, 11 November 2020 kemarin. Praditya Wibby/serat.id

Membantu pengguna jalan agar tidak terjebak lubang yang tertutup air rob akibat limpahan air laut yang meluap.

Serat.id – Rega Ahsan Putra, Ilham Abi Nugroho dan Arzan Maulana sibuk mengatur lalu lintas jalan Muktiharjo Raya, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, yang terendam banjir pada Rabu, 11 November 2020 kemarin.  Para bocah berusia belasan tahun yang masih sekolah dasar dan menengah pertama itu membantu pengguna jalan agar tidak terjebak lubang yang tertutup air rob akibat limpahan air laut yang meluap di kawasan tersebut.

“Sudah seminggu ini menjadi pengatur lalu lintas untuk membantu para pengguna jalan agar selamat,” Kata Rega, Rabu,  11 November 2020.

Baca juga : Ini Penyebab Rob di Sejumlah Kawasan, Khususnya Pantura

Toilet Adaptif Yang dirindukan Warga Kampung Langganan Rob

Ribuan Bangunan Terkena Dampak Pembangunan Banjir Kanal Timur

Rega mengaku membantu mengatur jalan setelah belajar daring, sekitar pukul 11.00 sampai 16.00 sore. Hal itu dilakukan selama banjir rob melanda kawasan jalan Muktiharjo Raya, tak jauh dari kampung ia tinggal.

Aktivitas para bocah yang tak sekolah tatap muka itu pun menghasilkan uang dari pemberian sukarela para pengguna lalu lintas yang merasa terbantu. Setidaknya mereka mampu mengumpulkan hingga Rp100 ribu per hari.

“Paling banyak Rp 200 ribu, itu pas lagi rame-ramenya,” kata Rega menambahkan.

Arzan Maulana teman Rega yang ikut membantu, mengatakan uang tersebut dibagi rata bertiga. Selain buat jajan  termasuk membeli paket data internet yang akan mereka gunakan belajar daring. “Lumayan seminggu ini bisa beli paket data tidak minta orangtua,” kata Arzan.

Mereka mengaku kegiatan mengatur lalu lintas sudah mendapatkan izin dari orang tua. Selain itu rob yang menimpa jalan nasional di kampungnya itu membahayakan pengguna jalan. Arzan yang masih kelas dua SMP itu mengaku sering mendapat cemooh dari pengguna jalan saat membantu mengatur lalu lintas.

“Ada yang menganggap mereka hanya menganggu arus lalu lintas,” katanya. Padahal niat para bocah itu mereka hanya menolong agar pengguna jalan tidak terjebak lubang jalan yang terendam air.  Arzan dan kawan-kawanya mengaku tak memaksa pengguna jalan agar yang memberikan uang ke mereka. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here