BERBAGI
semarang
Ilustrasi,pixabay.com

Frans Josua Napitu merupakan menerima Beasiswa Bidikmisi selama semester 1 hingga 8.

Serat.id – Frans Josua Napitu mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang dipecat dari kampusnya dengan dalih terlibat Organisasi Papua Merdeka (OPM). Frans sebelumnya melaporkan rektornya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Diduga ikut terlibat dalam simpatisan OPM, Dekan Fakultas Hukum Kembalikan Pembinaan Moral Karakter Mahasiswa Frans Josua Napitu Kepada Orang Tuanya,” tulis resmi pemecatan Dekan Fakultas Hukum Dr. Rodiyah, Senin, 16 November 2020.

Berita terkait : Mahasiswa Unnes ini Laporkan Dugaan Korupsi Rektornya ke KPK

Menurut Rodiyah, Frans Josua Napitu merupakan mahasiswa penerima Beasiswa Bidikmisi selama semester 1 hingga 8. Sebelumnya tim pengembang karakter mahasiswa telah melaksanakan pembinaan akademik dan moral karakter dengan cara menasehati dan peringatan dari pimpinan   terutama tentang dugaan keterlibatannya pada simpatisan Organisasi Papua Merdeka sebagai organisasi yang diduga Membahayakan Keutuhan NKRI.

“Pimpinan Fakultas Hukum Unnes telah berusaha menyampaikan informasi dan undangan kepada orangtua Frans Josua Napitu, namun tidak hadir,” kata Rodiyah, menambahkan.

Baca juga : Petaka Penentang Kebijakan Kampus

Diskusi Tentang Demokrasi Mahasiswa Unnes Dibubarkan

Mahasiswa Pendemo Uang Pangkal Unnes Kena Skorsing

Pemecatan itu juga mengacu Pasal 7 undang-undang nomor 20 Tahun 2003 Lebih lanjut Dekan FH Dr Rodiyah menyampaikan Keputusan Pengembalian mahasiswa tersebut dituangkan dalam Keputusan Dekan Fakultas Hukum Nomor 7677/UN37.1.8/HK/2020.

Frans sebelumnya, kata Rodiyah, juga telah telah membuat pernyataan yang pada intinya akan menjaga nama baik diri sebagai mahasiswa dan nama baik lembaga Universitas Negeri Semarang. “Akan tetapi pada kenyataannya yang bersangkutan tidak menepati,” katanya.

Ketika dihubungi serat.id Frans Josua Napitu mengatakan belum menerima surat pemecatan dari dirinya. “Saya belum menerima surat pemecetan itu,” kata Frans.

Ia mengaku segera mengeluarkan pernyataan setelah menerima surat resmi pemecatan dari kampus. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here