BERBAGI
Positif Covid-19
Ilustrasi, pixabay.com

Rata-rata tenaga kesehatan tersebut belum mendapat santunan karena tak mempunyai hasil tes swab sebelum meninggal.

Serat.id– Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mencatat ada enam tenaga kesehatan belum mendapatkan santunan sesuai yang dijanjikan oleh pemerintah bagi tenaga kesehatan meninggal karena Covid-19.

Rata-rata keluarga tenaga kesehatan tersebut belum mendapat santunan karena tak mempunyai hasil tes swab sebelum meninggal.

“Seingat saya ada 5-6 dokter. Mereka sebelum meninggal belum sempat dites swab karena prosesnya cepat sekali,” jelas Ketua IDI Kota Semarang, Elang Sumambar, Senin (16/11/2020).

Baca juga : KPK Sebut Limbah Medis Penanganan Covid-19 di Daerah Menumpuk

Kelurahan Krapyak Semarang ditutup, Satu Pegawainya Meninggal Akibat Covid-19

Pandemi Covid-19, Semarang Krisis Darah

Pihaknya telah mengusahakan bantuan untuk keenam tenaga kesehatan itu melalui Pengurus Besar IDI pusat.

IDI telah berusaha agar tenaga kesehatan itu segera mendapatkan haknya. “Saat ini masih dalam proses,” ujarnya.

Suami dokter Elianna Widiastuti, Ketua Tim Gugus Covid-19 Puskesmas Halmahera Semarang yang meninggal pada 28 Juni 2020 itu mengatakan, sampai saat ini pihak keluarga belum mendapatkan santunan dari pemerintah.

“Sampai sekarang keluarga kami belum mendapatkan santunan dari pemerintah,” jelasnya beberapa waktu yang lalu.

Meski Pemerintah Kota Semarang memberikan penghargaan kepada istrinya atas pengabdian dan dedikasinya melawan Covid-19 selama di Puskesmas Halmahera Semarang, Toto mengaku masih ragu dengan penghargaan tersebut.

“Kematian istri saya karena Covid-19 tak diakui Kemenkes karena tak ada tes swab,” keluhnya.

Ia merasa heran karena keluarga dokter Sang Aji Widi Aneswara merupakan adik dari dokter Elianna Widiastuti yang meninggal karena Covid-19 sudah mendapatkan santunan dari pemerintah. “Padahal kami mengajukan bareng,” imbuhnya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here