BERBAGI
IIlustrasi, Covid-19/serat.id

Program Jogo Tonggo diaktifkan secara optimal untuk menghindari tingginya kasus Covid-19 di klaster keluarga.

Serat.id – Penularan Covid-19 di Jawa Tengah mengalami fluktuatif dalam hitungan setiap pekan. Tercatat pada pekan ke 44 sejak pandemi muncul ada tambahan 2.319 kasus. Jumlah itu naik pada pekan ke 45 menjadi 3.903 kasus, sedangkan pekan ke 46 sekitar 3.646 kasus.

“Fluktuatif naik-turun per hari, sampai saat ini masih aman,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yulianto Prabowo, Selasa, 17 November 2020.

Baca juga : ASN Pemprov Jateng Positif Covid-19 Bekerja di Pelayan Publik

Temuan Positif Covid-19 Melonjak, Jateng Intruksikan Tutup Pasar dan Mall

Puluhan Tenaga Medis RSUP Kariadi Positif Covid-19

Yulianto mengatakan sampai saat ini okupansi rumah sakit masih tergolong aman. Namun ia mengaku akan menambah sekitar 10 kamar isolasi dan 2 Intensive Care Unit (ICU) serta peralatan yang dibutuhkan lain di setiap rumah sakit milik pemerintah.

“Dari pertemuan dengan direktur rumah sakit milik pemerintah daerah yang jumlahnya 52 itu, sepakat ada penambahan. Itu juga dengan alatnya seperti ventilator dan lainnya,” kata Yulianto menegaskan.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyebutkan total penambahan ada sekitar 520 kamar isolasi dan 104 ICU.  Penambahan tersebut diperkirakan akan selesai sekitar satu hingga dua pekan ke depan.

“Kami buat arisan ICU satu sampai dua minggu ke depan. Di masing-masing rumah sakit dua ICU, jadi ada sekitar 104 ICU,” kata Ganjar.

Sedangkan tambahan tempat tidur mencapai 520 unit.  Ganjar juga minta program Jogo Tonggo diaktifkan secara optimal untuk menghindari tingginya kasus Covid-19 di klaster keluarga.

“Jogo Tonggo kembali diaktifkan, kita minta bantuan PKK, Posyandu dan kades kita minta untuk berjalan,” katanya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here