BERBAGI
PPATK
Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Dian Ediana Rae (Kiri), saat berkunjung ke sekretariat AJI Kota Semarang. Serat.id/Abdul Arief

Saat ini ada sejumlah pola menghindari deteksi tergantung karakteristik lembaga tertentu

Serat.id – Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Dian Ediana Rae mengatakan akan mengecek kecenderungan laporan transaksi dan profil perguruan tinggi. Hal itu ia sampaikan saat berkunjung di sekretariat Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Semarang, Kamis 19 November 2020.

“Akan kami cek tren laporan transaksi dan profil perguruan tinggi,” kata Dian, menjawab pertanyaan wartawan di sekretariat AJI Kota Semarang.

Baca juga : Mahasiswa Unnes ini Laporkan Dugaan Korupsi Rektornya ke KPK

Mahasiswa Pelapor Rektornya ke KPK Dipecat Kampus, Dituding Terlibat OPM

PPATK Gelar Survei Persepsi TPPU di Ungaran

Dian mengatakan saat ini ada sejumlah pola menghindari deteksi, tergantung karakteristik lembaga tertentu. “Termasuk pembayaran diundurkan, (biasanya) usai pansiun,” kata Dian menambahkan.

Menurut Dian, korupsi tak dilakukan sendiri, namun persoalan sistematik. Maka, ia menyarankan pelaporan kasus korupsi lebih efektif mengorek dari transaksi keuangan. “Daripada memburu pelaku satu persatu,” katanya.

Munculnya kasus dugaan korupsi kampus disampaikan seorang mahasiswa Univesritas Negeri Semarang (Unnes) , Frans Josua Napitu yang telah melaporkan rektornya ke KPK. Fran mengaku menggunakan data Indonesia Corruption Watch (ICW) yang menyebut ada lima modus korupsi yang terjadi di perguruan tinggi selama 2015 hingga 2019.

“ ICW mencatat ada 202 kasus korupsi yang melibatkan 465 orang yang terjadi di sektor pendidikan. Dari ratusan kasus itu, sebanyak 20 kasus atau sekitar 10 persen terkait dengan korupsi di perguruan tinggi dengan kerugian negara mencapai Rp 81,9 miliar,” kata Frans usai melaporkan 13 November 2020 lalu.

Meski pada akhirnya, Frans justru mendapat sanksi dikembalikan ke orang tuanya oleh kampusnya dengan dalih terlibat organisasi Papua Merdeka. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here