BERBAGI
Ilustrasi, pixabay.com

Bawaslu mengeluarkan surat peringatan kepada tim kampanye atau tim pelaksana kampanye saat terjadi pelanggaran.

Serat.id – Selama masa kampanye Pilkada 2020, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Jawa Tengah mencatat ada 26 kasus pelanggaran protokol kesehatan sejak 26 September hingga 26 Oktober 2020.

“Pelanggaran protokol kesehatan (Prokes) tersebar di beberapa kabupaten dan kota di Jateng,” kata Komisioner Bawaslu Jawa Tengah, Muhammad Rofiuddin, Kamis, 19 November 2020.

Menurut Rofiudin pelanggaran tersebut terjadi di Sukoharjo, Sragen, Semarang, Klaten, Demak, Purbalingga, Wonosobo dan Pekalongan. “Pelanggaran paling banyak ada di Sukoharjo,” kata Rofiudin menambahkan.

Baca juga : Puluhan ASN Tak Netral selama Pilkada

Bawaslu Sebut Partai Pengusung Paslon Pilkada Tak Patuh Protokol Kesehatan

Pilkada Serentak Jateng, Dua Sekda Ini Terbukti Melanggar

Meski begitu ia belum bisa menginformasikan secara detail jumlah pelanggaran protokol kesehatan di setiap kota. Rofiudin beralasan rincian kasus pelanggaran peserta kampanye itu baru akan diupdate setelah dua bulan masa kampanye yakni 26 November mendatang.

Rofiuddin menyebut, pelanggaran protokol kesehatan itu meliputi peserta kampanye yang melebihi ketentuan, yakni 50 orang dan tidak memakai masker. Hal itu menjadikan lembaga Bawaslu mengeluarkan surat peringatan kepada tim kampanye atau tim pelaksana kampanye saat terjadi pelanggaran.

“Untuk mencegah pelanggaran prokes kami lakukan sosialisasi pencegahan, jika Paslon akan mengumpulkan 100 orang, kami meminta agar pertemuan dibagi menjadi dua sesi,” kata Rofiudin menjelaskan.

Jika tidak melaksanakan peringatan tertulis dalam waktu 1 jam sejak diterbitkan peringatan tertulis, maka Bawaslu mengeluarkan sanksi larangan melakukan metode kampanye yang dilanggar selama tiga hari.

Bawaslu mengacu Pasal 58 Peraturan KPU Nomor 13 tahun 2020, metode kampanye tatap muka atau pertemuan terbatas atau dialog diperbolehkan dengan ketentuan menerapkan protokol kesehatan.

Yakni membatasi jumlah peserta kampanye yang hadir paling banyak 50 orang, menjaga jarak minimal 1 meter, wajib menggunakan alat pelindung diri paling kurang masker hingga menyediakan hand sanitizer. “Selain itu juga tak melibatkan balita, lansia dan ibu hamil,” katanya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here