BERBAGI
kuno
Ilustrasi, pixabay.com

Dalam naskah itu menyebutkan Kota Semarang dibentuk pada 1398 caka atau 1476 masehi oleh Ki Ageng Pandan Arang

Serati.id – Sejarawan Universitas Diponegoro, Prof. Dewi Yuliati, mengatakan asal mula Semarang Lama dapat dilacak berdasarkan Serat Kandhaning Ringgit Purwa Naskah KGB No.7. Dalam naskah itu menyebutkan Kota Semarang dibentuk pada 1398 caka atau 1476 masehi oleh Ki Ageng Pandan Arang yang saat itu diutus untuk mengislamkan penduduk di Pulo Tirang.

“Pulo Tirang adalah wilayah Mugas dan Bergota sekarang,” ujar Dewi Yuliati, dalam seminar daring yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Sejarah Universitas Diponegoro, Sabtu, 21 November 2020, pekan lalu.

Baca juga : Sejarah Gedung Bekas Kantor SJS

Pegiat Sejarah Minta Pemkot Perhatikan Sumur Tua di Kota Lama

Kereta Jenazah Saksi Sejarah Organisasi Pemuja Setan

Dewi masuk salah satu penulis buku Riwayat Kota Lama Semarang, dan Keunggulannya sebagai Warisan Dunia, mengatakan bahwa wilayah Bergota berperan penting pada masa kerajaan Mataram Hindu yang saat itu diperintah Dinasti Syailendra, dan digunakan sebagai pelabuhan di wilayah Pantai Utara Jawa.

“Semarang secara resmi dibentuk secara kabupaten dengan bupati pertamanya Ki Ageng Pandan Arang II yang pusat kekuaasaannya berada di Bubakan. Penobatannya berlangsung pada 12 Rabiulawal 954 hijriyah atau 2 Mei 1547 Masehi,” kata Dewi menambahkan.

Ia juga menyebut Catatan Tahunan Melayu Semarang dan Cirebon, tertulis bahwa Jin Bun, nama lain dari Raden Fatah, Raja Demak berhasil menguasai Semarang dengan mengerahkan 1.000 orang prajurit Islam pada tahun 1477. Selain itu Semarang juga pernah tercatat oleh penjelajah asal Portugis, Tome Pires yang saat itu singgah di Semarang pada tahun 1512 Masehi, yang mencatat Semarang merupakan kota pelabuhan yang menjadi wilayah di bawah kekuasaan Demak.  

“Posisi Semarang sebagai pelabuhan inilah, yang mengundang VOC untuk menguasai wilayah ini. Selain itu Semarang memiliki jalan penghubung yang baik dengan Kartasura, pusat Kerajaan Mataram, ” kata Dewi menjelaskan.

Semarang sempat dikuasi VOC setelah perjanjian dengan Amangkurat II pada Oktober 1677 dan Januari 1678. Perjanjian tersebut berisikan VOC diizinkan mendirikan kawasan koloni di lokasi di tepi timur Kali Semarang.

“Mulai 3 Januari tahun 1708, VOC kemudiam memindahkan kedudukan kantornya dari Jepara ke Semarang yang kemudian menjadi tempat kedudukan Gubernur untuk wilayah Pantai Utara-Timur Jawa,” katanya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here