BERBAGI
Ilustrasi, pixabay.com

Harus ada penelitian lebih lanjut selama masa inkubasi dan sakit, apakah korban tersebut tinggal di kantor atau tidak.

Serat.id – Seorang pegawai Kementerian Agama (Kemenag) di Kota Salatiga, Jawa Tengah, meninggal akibat terpapar Covid-19 pada Minggu, 22 November 2020 pekan lalu.  Namun kantor tempat mendiang bekerja tak ditutup dan masih membuka aktivitas layanan seperti biasa.

“Kami masih melakukan tracing terhadap pegawai Kemenag lainya untuk menghindari klaster baru,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Salatiga, Siti Zuraidah kepada Serat.id, Selasa, 24 November 2020.

Baca juga : Meninggal Karena Covid-19, Keluarga Dokter Belum Terima Santunan

Keluraha n Krapyak Semarang ditutup, Satu Pegawainya Meninggal Akibat Covid-19

Anggota Satpol PP Semarang Meninggal Terpapar Covid-19

Menurut Siti, sebelumnya terdapat penambahan 11 warga Salatiga terkonfirmasi positif Covid-19. Selain itu, terdapat 12 orang termasuk seorang pegawai Kemenag Salatiga meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Yulianto Prabowo mengatakan terkait kematian pasien Covid-19 itu harus dilakukan Penyelidikan Epidemologi (PE). “Dari hasil PE, nanti bisa diketahui korban tersebut mendapat penularan dari mana, dari dalam kantornya apa dari luar kantor,”kata Yulianto.

Yulianto mengatakan harus ada penelitian lebih lanjut selama masa inkubasi dan sakit, apakah korban tersebut tinggal di kantor atau tidak.

“Kalau selama masa inkubasi dan sakit itu korban di kantor, ya kantor itu harus di desinfeksi, terus didiamkan satu atau dua malam sudah cukup. Tidak perlu di lockdown berhari-hari,” kata Yulianto menjelaskan. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here