BERBAGI
Jadwal sekolah, pixabay.com

Kota Semarang sudah mempersiapkan sekolah tatap muka dangan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) secara ketat.

Serat.id – Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Gunawan Saptogiri menyambut baik kabijakan menteri pendidikan dan kebudayaan, Nadiem Makarim yang menetapkan pelaksanaan pembelajaran tatap muka pada awal 2021 mendatang.  Gunawan mengatakan sekolah di Kota Semarang sudah mempersiapkan sekolah tatap muka, dangan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) secara ketat.

“Kalau sekolah, SMP dan SD semua sudah siap. Cuma nanti kita bertahap, karena nanti kita ada kerjasama dengan dinas kesehatan, untuk guru dan siswa dilakukan rapid atau swab tes,” katanya kepada Serat.id, Selasa, 24 November 2020.

Baca juga : Pemkot Semarang Pastikan Sekolah Tatap Muka dibuka Saat Zona Kuning

Dewan Pendidikan Jateng Minta Sekolah Tak Gelar KBM Tatap Muka

SMK di Semarang Siap Gelar Pembelajaran Tatap Muka

Gunawan mengaku akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Semarang untuk menentukan tempat pelaksanaan tes swab. Sedangkan pembatasan siswa yang akan melakukan sekolah tatap muka sebanyak 50 persen per kelas.

“Kami mengacu pada regulasi menteri pendidikan dan kebudayaan, semua dibatasi 50 persen siswa,” kata Gunawan menambahkan.

Ia mengimbau saat proses  pembelajaran tatap muka  harus ada kerja sama orang tua, peserta didik, guru dan juga kepala sekolah. Termasuk berkoordinasi dengan dinas perhubungan untul layanan angkutan bagi pelajar.  “Bagaimana nanti anak sekolah waktu berangkat sekolah, kan harus ada Prokes juga,” katanya.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan saat ini sudah ada 34 sekolah yang ujicoba pembelajaran tatap muka dengan aturan yang ketat. Ke-34 sekolah tersebut terdiri atas 16 Sekolah Menengah Atas (SMA) dan 18 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang tersebar di 13 cabang Dinas Pendidikan di Jawa Tengah.

“Kemarin kita coba cek evaluasi, dulu ada tujuh, dan coba kita kembangkan, sekarang sudah 34 sekolah. SMAN 3 Semarang ini salah satunya,” kata Ganjar.

Ia mengaku SMAN 3 Semarang sudah berhasil mengatur waktu bagi siswa berangkat dari rumah sampai sekolah. Begitu juga saat pulang dari sekolah hingga dipastikan sampai di rumah.

“Bisa diantar orangtua, jalan kaki, atau naik sepeda kalau mau. Bahkan SMAN 3 Semarang punya aplikasi kalau anak didiknya sudah sampai rumah harus ngabarin guru atau wali kelas,” kata Ganjar menjelaskan. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here