BERBAGI
Positif Covid-19
Ilustrasi, pixabay.com

Tingkat transmisi di lapangan yang ada di Jateng dan DIY adalah virus yang sudah mutasi ke tujuh

Serat.id – Kasus penularan Covid-19 di Jawa Tengah kembali bertambah dengan jumlah mencapai 3.551 pasien terkonfirmasi covid-19 yang dirawat di rumah sakit. Sedangkan 3.944 pasien menjalani isolasi mandiri.

“Tingginya kasus itu dipengaruhi oleh terjadinya kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan yang ada, seperti libur panjang, serta variable jumlah tes,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yulianto Prabowo, saat jumpa pers virtual, Rabu, 25 November 2020.

Baca juga : Penularan Covid-19 di Jawa Tengah Fluktuatif, Ini Kebijakan Dinkes

Pandemi Covid-19, Semarang Krisis Darah

Tak Semua Puskesmas Siap Cegah dan Kendalikan Covid-19

Yulianto mengatakan jika tes covid banyak dilakukan, maka akan ditemukan banyak kasus positif. “Jika tesnya sedikit ya akan ditemukan sedikit juga,” kata Yulianto menambahkan.

Menurut dia, tingkat transmisi di lapangan yang ada di Jateng dan DIY adalah virus yang sudah mutasi ke tujuh. “Namanya D614G, dan itu yang tingkat penularanya tinggi,” kata Yulianto menjelaskan.

Ia menyebut 90 persen kasus yang ditemukan itu Orang Tanpa Gejala (OTG) sehingga mereka terlihat sehat seperti biasa atau sehat, namun terjangkit virus Covid-19. sedangkan Tes Polymerase Chain Reaction (PCR) di Jateng sebanyak 1.416 orang per satu juta penduduk setiap pekan. Data itu sudah melebihi target World Health Organization (WHO) sebanyak seribu orang per satu juta penduduk.

Terkait vaksin Covid-19 yang rencana akan dialokasikan ke Jawa Tengah, kini sudah ada 21.252.000. “Itu itungan sasaran untuk penduduk yang berusia 18-55 tahun,” katanya.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengklarifikasi pernyataan Satgas Covid pusat yang menyebut angka kasus aktif di Jateng tertinggi nasional. Menurut Ganjar, pernyataan dari Satgas Pusat karena keterlambatan input data.

“Makanya saya kaget, katanya kita paling tinggi. Kita belum sampai ke sana,” kata Ganjar

Berdasarkan rilis Satgas Covid-19 tercatat penambahan kasus aktif covid di Jateng per Senin, 23 November 2020 sebanyak 10.464 orang. Padahal kasus aktif covid-19 di Jawa Tengah hingga Selasa, 24 November 2020 hanya sebanyak 7.463 kasus.

Ganjar menyebut, dari pengecekan tanggal 1 hingga 10 November 2020, ada 809 data telat yang ditempelkan sebagai data tambahan.

“Saya juga menemukan ada 18 nama yang tes sejak bulan Juni, tapi baru dimasukkan dalam rilis tersebut,” katanya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here