BERBAGI
Positif Covid-19
Ilustrasi, pixabay.com

“Sebagian besar dari klaster rumah tangga itu memiliki riwayat perjalanan atau import dari luar daerah,”

Serat.id – Dinas Kesehatan Jawa Tengah menyebut klaster keluarga menjadi penularan Covid-19 paling menonjol di Jawa Tengah, dengan jumlahnya mencapai 374 kasus. Sedangkan klaster pondok pesantren yang terpapar Covid-19 sebanyak 271 kasus.

“Sebagian besar dari klaster rumah tangga itu memiliki riwayat perjalanan atau import dari luar daerah,” kata Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Yulianto Prabowo, belum lama ini.

Baca juga : Warung Legendaris di Kota Semarang ini Menjadi Klaster Baru Covid-19

Festival Kota Lama Rawan Jadi Klaster Baru Covid-19

KIP Jateng : Pemkot Harus Terbuka Soal Klaster Baru Covid-19

Menurut Yulianto, sebagian besar klaster pondok pesantren merupakan transmisi lokal. Sedangkan klaster pasar sebanyak 91 kasus yang kebanyakan penderita melalukan isolasi mandiri karena orang tanpa gejala (OTG).

“Lalu ada klaster aparatur sipil negara (ASN), klaster tempat kerja, klaster tenaga kerja, klaster acara dan klaster sekolah walaupun jumlahnya sedikit,” Kata Yulianto menambahkan.

Sayangnya Yulianto tidak menyebutkan daerah-daerah mana saja klaster tersebut berasal. Berdasarkan data dari corona.jatengprov.go.id pada Kamis, 26 November 2020 pukul 16.00 WIB, jumlah kasus positif Covid-19 yang masih dirawat ada 8.083 orang, sembuh 40.384 orang dan meninggal dunia sebanyak 3.459 orang.

Yulianto memastikan ketersediaan tempat tidur di ruang isolasi dan ICU di Jateng masih mencukupi. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here