BERBAGI
Ilustrasi,pixabay.com

Perda Disabilitas belum ditindaklanjuti dengan Peraturan Bupati

Serat.id – Koordinator Forum Komunikasi Organisasi Disabilitas Jepara (FKODJ) Asrori mengatakan salah satu kendala terkait pemberdayaan warga berkebutuhan khusus adalah belum adanya database utuh. FKODJ memperkirakan ada 1000 lebih penyandang disabilitas Kabupaten Jepara, namun yang sudah terdata dalam keanggotaan komunitas maupun binaan instansi pemerintah baru ratusan orang.

“Selain database, juga berharap ada payung regulasi yang lebih teknis agar pemenuhan hak-hak disabilitas lebih maksimal,” kata Asrori beberapa wkartu lalu.

Baca juga : Agar Kelompok Rentan Tak Hanyut Saat Pandemi

Bawaslu Kota Semarang Libatkan Disabilitas Kawal Pemilu 2019

Ini Nilai Lelang Batik Karya Disabilitas di Temanggung

Saat ini Kabupaten Jepara sudah memiliki Perda Disabilitas. Sayangnya belum ditindaklanjuti dengan Peraturan Bupati (Perbup) Jepara.  “Padahal Perda Disabilitas sudah disahkan akhir 2019. Ke depan, selain pembagian bantuan kami juga berharap pemerintah menggencarkan pemberdayaan agar disabilitas bisa mengembangkan SDM,” kata Asrori menjelaskan.

Kabid Rehabilitasi, Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsospermasdes Kabupaten Jepara, Feri Yudha mengakui hingga kini Perbup disabilitas memang belum terbit. Di sisi lain, penanganan disabilitas yang diatur dalam Perda melibatkan sejumlah instansi pemerintah.

“Dinsospermasdes akan mandegani. Database juga akan kita kawal. Tahun 2021 selain progam bantuan kami memang merencanakan ada kegiatan pelatihan untuk disabilitas,” kata Feri Yudha.

Ketua Komisi C DPRD Jepara, Nur Hidayat mengatakan akan mendorong Bupati agar segera menerbitkan Perbup Disabilitas. “Idealnya, akhir tahun ini Perbup sudah bisa diterbitkan sehingga 2021 bisa dijalankan,” kata Hidayat.

Menurut dia, Perda disabilitas merupakan inisiatif DPRD yang isinya ada pengaman sosial, alokasi ABPD Jepara hingga akses layanan maupun fasilitas publik agar ramah disabilitas.

“Ini terus kami suarakan bersama agar Jepara benar-benar menjadi kabupaten inklusi,” kata Hidayat yang juga inisiator Perda Disabilitas. (*) MUHAMMAD OLIES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here