BERBAGI
Ilustrasi, pixabay.com

Sebagian telah mendapatkan sanksi dari KASN berupa penundaan kenaikan pangkat dan peringatan. 

Serat.id – Badan Pengawas Pemilu Umum (Bawaslu) Jawa Tengah menemukan 95  aparatur sipil negara (ASN) tidak netral pada Pilkada 2020.  Bawaslu telah mengirimkan rekomendasi pelanggaran kepada Komisi Aparatur Sipil Negera (KASN) untuk mengeluarkan sanksi.

“Jumlah ASN yang melanggar netralitas selama pilkada 2020 di Jateng terus bertambah sampai hari ini ada 95 terlapor ASN yang memang melakukan tindakan tidak netral. Kami dari Bawaslu telah merekomendasikan ke KASN agar ASN tersebut mendapatkan sanksi,” kata Divisi Humas Bawaslu Jateng, Roffiudin, Rabu (02/12/20) kemarin.

Baca juga : Puluhan ASN diduga tak Netral Dalam Tahapan Pilkada Jateng 2020

Ombudsman Temukan Potensi Maladministrasi KPU Kota Semarang

Pilkada Serentak Jateng, Dua Sekda Ini Terbukti Melanggar

Menurut Roffi, dari 95 ASN yang dinyatakan tidak netral dalam Pilkada tahun 2020, 84 diantaranya telah mendapatkan sanksi dari KASN . Sanksi tersebut berupa penundaan kenaikan pangkat dan peringatan.  Selain itu 11 ASN lainnya saat ini masih dalam proses tindak lanjut dari KASN.

” 80 ASN sudah mendapatkan sanksi dan sisanya masih dalam tindak lanjut,”kata Rofiudin menambahkan.

Pelanggaran ASN tak netral dalam Pilkada 2020 berupa menghadiri kegiatan menguntungkan bakal calon kepala daerah-bakal calon wakil kepala daerah, mendukung salah satu bakal calon kepala daerah-bakal calon wakil kepala daerah dan memberikan dukungan politik melalui media sosial.

” Ada banyak pelanggaran yang dilakukan ya dan itu mendukung salah satu paslon,” katanya.

Ia mengimbau kepada ASN agar netral dalam pilkada dan tidak terlibat dalam politik praktis serta tidak memihak terhadap salah satu bakal calon agar tak menimbulkan penurunan pelayanan publik. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here