BERBAGI
serat
Ilustrasi, pixabay.com

Terpapar Covid-19 secara beruntun sejak akhir bulan November lalu

Serat.id – Tercatat empat guru di Kabupaten Kudus meninggal akibat terpapar Covid-19 secara beruntun sejak akhir bulan November lalu. Guru pertama meninggal pada Senin 23 November, kedua pada Minggu 29 November, ketiga meninggal sehari berikutnya Senin.

“Ada satu guru lagi yang meninggal dunia hari ini, hasilnya terkonfirmasi positif Corona Covid-19. Jadi empat guru yang meninggal,” Kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Aziz Achyar, Kamis, 3 Desember 2020 kemarin.

Baca juga : Covid-19, Kemenag Kota Salatiga Tak Menutup Kantor Meski Ada Pegawainya Meninggal

Meninggal Karena Covid-19, Keluarga Dokter Belum Terima Santunan

Anggota Dewan Jateng Meninggal Karena Covid-19. Gedung DPRD ditutup

Azis mengatakan terakhir guru meninggal seorang pria berusia 49 tahun memiliki penyakit penyerta atau komorbid hipertensi dan jantung. Ia menjelaskan, guru tersebut masuk rumah sakit pada 26 November 2020 di RSUD Kudus, kemudian 27 dan 28 November dites swab hasilnya positif.  

Sedangkan Dinkes Kudus telah melakukan tracing terhadap 43 kontak erat, untuk memutus rantai penularan. “Ada 43 karyawan SMP dites swab, hasilnya belum keluar,” ujar Azis menambahkan.

Juru bicara gugus tugas penanganan Covid-19 Kabupaten Kudus, Andini membenarkan adanya empat guru yang meninggal dunia tersebut. Ia mengaku sudah melakukan tracking dan screening pada kontak fisik, baik di lingkungan sekolah maupun rumah.

“Kami juga telah melakukan tes swab di lingkungan sekolah, terhadap 49 orang,” katanya.

Tak hanya guru, tercatat puluhan siswa SMK Negeri Jateng juga terpapar Covid-19 dengan kategori OTG atau tanpa gejala. Padahal SMK Negeri Jateng sebetulnya dijadikan Pilot Project uji coba pembelajaran tatap muka oleh Pemprov Jateng.

Sistem pembelajaran yang dilakukan dalam uji coba di SMK Jateng sudah dilakukan dengan protokol kesehatan ketat seperti penggunaan Masker, tersedianya tempat cuci tangan yang mencukupi dan physical distancing dengan mengurangi peserta didik di tiap kelas sampai 50 persen termasuk di asramanya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here