BERBAGI
Ilustrasi, pixabay.com

Beberapa orang harus dirawat di rumah sakit

Serat.id – Ketua DPRD Jawa Tengah Bambang Kusriyanto membenarkan terdapat tiga angotanya yang meninggal akibat terpapar virus Covid-19. Bambang minta seluruh lembaga pemerintah maupun swasta memperketat protokol kesehatan, karena kecenderungan banyak pegawai kantor yang terinfeksi.

Sebelumnya : Anggota Dewan Jateng Meninggal Karena Covid-19. Gedung DPRD ditutup

Bambang memperkirakan penyebab lonjakan kasus positif Covid-19 di Jateng karena proses tracing kurang tuntas. “Hal ini diketahui dari beberapa kasus yang terjadi di lingkungan DPRD Jawa Tengah,” ujar Bambang menambahkan.

Ia menyebut ada wartawan yang sehari-hari berada di Pressroom DPRD Jateng terinfeksi Covid-19 dan sempat dirawat di rumah sakit.  Sedangkan mereka sehari hari melakukan kontak dengan wartawan ini tidak dilakukan tracing. “Ini kan bahaya kalau mereka tergolong orang tanpa gejala (OTG) dan menularkan kemana mana,” katanya.

Baca juga : Empat Guru di Kudus Meninggal Terpapar Covid-19

Anggota Satpol PP Semarang Meninggal Terpapar Covid-19

Gelar Pentas Dangdut, Wakil Ketua DPRD Kota Tegal diperiksa Polisi

Ia meminta agar Dinas Kesehatan memberikan informasi yang jelas terkait status pasien Covid-19 yang sudah dinyatakan sembuh, agar masyarakat dan teman teman di lingkungan kerjanya tidak takut dan resah ketika harus bersosialisasi dengan mereka.  Informasi tersebut bisa berupa surat keterangan atau diumumkan di Website Dinas Kesehatan.

Saat ini banyak warga yang ragu apakah betul sudah dinyatakan negatif, sebab ada beberapa yang hasil swabnya masih menunjukkan positif tetapi sudah boleh pulang untuk isolasi mandiri. “Lah kalau orang ini nekat keluar rumah dan mengaku sudah negatif kan bahaya,” kata Bambang menegaskan.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan jika ada orang yang postif Covid-19 tanpa gejala tak usah dirawat di rumah sakit.   Menurut Ganjar, saat ini tempat isolasi sudah disediakn oleh pemerintah.

“Cukup di tempat isolasi mandiri saja seperti yang ada di rumah dinas pak wali kota Semarang, dan sebaiknya terpusat, karena kalau di rumah tidak disiplin,” kata Ganjar.

Ganjar menyebut rumah sakit hanya untuk pasien yang mempunyai penyakit berat. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here