BERBAGI
Ilustrasi, pixabay.com

Masyarakat Kota Semarang bisa melakukan perekaman e-KTP di setiap Kecamatan paling lambat 8 Desember atau sehari menjelang pencoblosan. 

Serat.id – Bawaslu Kota Semarang mengkhawatirkan keberadaan ribuan pemilih terancam tak bisa menggunakan hak pilihnya untuk mencoblos pada Pilwakot pada 9 Desember 2020 besok. Tercatat ada ada 2.730 warga dari daftar pemilih tetap (DPT) di Kota Semarang yang diakui oleh dinas catat sipil setempat belum rekam data KTP.

“Padahal rekam data itu penting sebagai syarat untuk menentukan pilihan di TPS nanti,” kata Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Kota Semarang, Nining Susanti, Senin, 7 Desember 2020.

Baca juga : Ribuan Pemilih di Kota Semarang ditemukan Ganda

Ribuan Pemilih di Kabupaten Rembang Tak Penuhi Syarat

Pencoblosan Pilkada serentak Jateng dua hari lagi, ini kesiapan pelaksanaan

Menurut Nining, meski jumlah pemilih yang belum rekam data itu sifatnya bergerak atau bisa berkurang karena proses perekaman sedang terjadi, namun kondisi itu mengkhawatirkan karena syarat pemilih bisa mencoblos di TPS bagi yang punya KTP atau atau surat keterangan jika tak selesai rekam data.“Kecuali ada payung hukum semacam surat edaran yang membolehkan, tapi saat ini Bawaslu belum melihat ada surat edaran yang di keluarkan KPU,”kata Nining menambahkan.

Ia mengaku segera berkoordinasi dengan KPU dan dinas catatan sipil mendorong pihak-pihak terkait segera menyelesaikan permasalahan tersebut. Bawaslu juga mengimbau agar pemilih belum rekam data yang didominasi oleh pemilih pemula itu tetap bisa menyalurkan suaranya dalam Pilwakot Semarang. 

“Jika sampai pada 9 Desember nanti, masih ada pemilih yang belum melakukan perekaman e-KTP, maka pemilih tersebut akan kehilangan hak pilihnya,” kata Nining menegaskan.

Ia berharap ada surat edaran atau payung hukum lainnya, dapat mengubah peraturan sebelumnya dan dapat memberikan legalitas hukum kepada pemilih yang belum melakukan perekaman e-KTP.

“Sehingga nantinya, mereka dapat menyalurkan hak pilihnya dalam Pilwakot Semarang pada 9 Desember mendatang,” katanya. 

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Semarang, Adi Tri Hananto, mengakui terdapat 2.730 warga daftar pemilih tetap belum rekam data KTP elektronik. Hal itu menjadikan Dispendukcapil mengebut proses perekaman e-KTP agar dapat menggunakan hak pilihnya dalam pencoblosan yang digelar 9 Desember 2020 besok.

“Sampai hari ini ada 2.730 warga dari daftar pemilih tetap (DPT) yang ada, belum rekam data KTP atau 0,23 persen dari DPT,” kata Adi. 

Ia meminta kepada masyarakat Kota Semarang, segera melakukan perekaman e-KTP di setiap Kecamatan paling lambat 8 Desember atau sehari menjelang pencoblosan. “Bagi yang sudah mengurus e-KTP tapi belum jadi atau diambil silahkan di cek di Kecamatan masing-masing” kata Adi mengingatkan.

Tercatat Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan jumlah DPT Kota Semarang sebanyak 1.174.068, dengan rincian laki-laki sebanyak 569.266 dan perempuan 604.802.

Menurut Adi, saat ini data tersebut terus diverifikasi yang hasilnya menunjukkan sebagian penduduk Kota Semarang saat ini sedang kerja luar kota, luar pulau bahkan luar negeri.

Dia menjelaskan bagi warga yang sudah melakukan perekaman akan mencetak e-KTP atau surat keterangan (surket) sebagai bukti sudah perekaman, sehingga bisa menggunakan hak pilihnya.

“Kalau datang rekam ke kami, e-KTP atau surket pasti tercetak. Kalau warga tidak datang, ya tidak bisa merekam,” kata Adi menjelaskan. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here