BERBAGI
Positif Covid-19
Ilustrasi, pixabay.com

Temuan lain sebanyak  1.983 TPS tidak memasang Daftar Pemilih Tetap (DPT). Terdapat juga 1.983 TPS yang tidak memasang visi-misi program dan biodata pasangan calon.

Serat.id – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI mengungkapkan sebanyak 1.172  petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS)  yang berstatus positif Covid-19 tetap datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS). Temuan itu bagian dari sejumlah dugaan pelanggaran yang dipantau badan pengawas saat proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 serentak yang digelar di 270 daerah, Rabu, 9 Desember 2020.

“Tentu perlu dikonfirmasi lebih jauh situasi di lapangan seberapa lama pasca (petugas KPPS yang positif) Covid-19 bertatap muka dan lain-lain,”   kata Koordinator Divisi Pengawasan dan Sosialisasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Mochammad Afifuddin, dalam siaran pers daring, Rabu, 9 Desember 2020.

Baca juga : Pademi Covid-19, Muhammadiyah Jateng Usulkan Pilkada ditunda

Ini Langkah Bawaslui Jika Pengawas di TPS Positif Covid-19

Bawaslu Sebut Partai Pengusung Paslon Pilkada Tak Patuh Protokol Kesehatan

Afifudin mengatakan  temuan kedua sebanyak 1.454 TPS tidak menyediakan fasilitas cuci tangan. Temuan Bawaslu lainnya sebanyak 1.803 terdapat perlengkapan pemungutan suara yang kurang. “Lalu sebanyak  1.983 TPS tidak memasang Daftar Pemilih Tetap (DPT). Terdapat juga 1.983 TPS yang tidak memasang visi-misi program dan biodata pasangan calon,” kata Afifuddin menambahkan.

Selain itu terdapat juga 2.324 TPS yang surat suara Pilkada 2020 yang tertukar termasuk  masih terdapat saksi TPS yang masih mengenakan atribut pasangan calon (paslon) di 1.487 TPS.  Tak hanya itu, Bawaslu juga menemukan masih ada 5.015 TPS yang buka lebih dari pukul tujuh. “Ini sebagian dipengaruhi beberapa perlengkapan yang belum ada, yang memaksa menjeda beberapa saat,” kata Afifuddin menjelaskan

Anggota Bawaslu RI lain, Fritz Edward Siregar, menyebut salah satu TPS yang berada di Kabupaten Sleman tidak menyediakan bilik khusus bagi pemilih yang bersuhu tubuh tinggi diatas  37,3 derajat celcius. “Padahal penyediaan bilik khusus menjadi salah satu standar dari protokol kesehatan saat Pilkada berlangsung,” kata Fritz.

Selain itu terdapat kejadian khusus saat TPS berlangsung seperti delapan daerah yang saksi Pasangan Calon (Paslon) yang tidak dapat menyaksikan pemungutan suara lantaran faktor cuaca seperti TPS yang roboh karena angin, ada  pemilih yang tidak menandatangani daftar hadir, ada pengawas TPS dilarang membawa ponsel ke TPS oleh KPPS.

“Ada juga pemilih yang membawa ponsel dan memotret surat suaranya,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Bawaslu RI Abhan berpesan kepada kepala daerah yang merasa memenangkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 agar tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

“Jika merasa mendapatkan perolehan suara terbesar atau menduga sudah menang tidak perlu dirayakan berlebihan apalagi jika sampai menimbulkan kerumunan,” kata Abhan, saat kunjungan di Bawaslu Kabupaten Semarang.

Abhan mengatakan agar para peserta Pilkada, tim kampanye dan partai politik pengusung untuk dapat mengendalikan euforia massanya masing-masing.  Ia khawatir jika para pendukung pasangan calon dibiarkan akan tercipta kerumunan. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here