Pelatihan menjahit perempuan terdampak Covid-19 di Kecamatan Gunungpati. (ist/serat.id)

“Mereka juga dibekali pengetahuan tentang kewirausahaan, tren fashion saat ini dan pengetahuan tentang branding dan marketing,”

Serat.id – Sebanyak 20 perempuan di Kecamatan Gunungpati korban pemutusan hubungan kerja (PHK) dari Garmen karena kondisi Covid-19 mendapat pelatihan ketrampilan menjahit lanjutan. Mereka diPHK oleh perusahaan yang tak mampu memberikan upah, rata-rata dari buruh yang di PHK adalah mereka yang berpendidikan rendah, lulusan SD atau SMP.

“Dari dampak itu banyak perempuan yang menganggur, sedangkan mereka masih membantu perekonomian ruang tangga,” kata Direktur Pendidikan Anantaka, Tsaniatus Solihah, Selasa, 15, Desember 2020.

Baca juga : MaskArt Exhibiton, Cara Perempuan Pelukis Mengekpresikan Diri Saat Pandemi

Perempuan Sering Menjadi Korban Kekerasan, KJHAM : Masih Sedikit Yang Sadar

Ini Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Kesejahteraan Anak

Ananataka merupakan lembaga yang memberikan pelatihan menjahit bagi perempuan korban PHK akibat dampak pandei Covid-19. Yayasan itu bekerjasama dengan tim penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kecamatan Gunungpati mengadakan pelatihan jahit bagi masyarakat terdampak Covid di Kecamatan Gunungpati, melalui program Pengembangan dan Perluasan Kesemoatan Kerja Tenaga Kerja Mandiri (PPKK TKM).

“Mereka diajarkan mulai dari membuat Pola Jahit, Memotong kain dan Menjahit, tidak hanya itu mereka juga dibekali pengetahuan tentang kewirausahaan, tren fashion saat ini dan pengetahuan tentang branding dan marketing,” kata Tsaniatus Solihah, yang akrab dipanggil Ika, menjelaskan.

Pelatihan digelar selama sejak 13 hingga 15 Desember 2020 di Kecamatan Gunungpati itu bagian dari proses seleksi 30 calon peserta yang menghasilkan 20  perempuan untuk dilatih.

Mnurut Ika rata-rata peserta pelatihan menjahit para perempuan pendukung ekonomi keluarga yang sudah sekitar 9 bulan menganggur karena di PHK dari perusahaan Garmen.

“Dengan adanya pelatihan ini diharapkan bisa membantu untuk memulihkan perekonomian mereka,” kata Ika menambahkan.

Staff Khusus Menteri Tanaga Kerja Khizanatuurahma, yang turut hadir dalam pelatihan itu mengatakan para peserta juga mendapatkan bantuan mesin jahit yang harapanya dapat mendukung wirausaha sebagai tenaga kerja mandiri.

“Diharapkan dari pelatihan ini mereka bisa berwirausaha untuk membuka jasa menjahit atau membuat produk fashion yang bisa dijual dan membantu memulihkan perekonomian merekan,” kata Khizanatuurahma. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here