BERBAGI
Hasil tangkapan nelayan di Roban Timur, Kelurahan Sengon, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang bercampur batu bara.

Ada banyak kandungan berbahaya dalam batu bara. Jika berinteraksi dengan air laut bisa menghasilkan asam sulfat dengan kadar tinggi.

Serat.id – Nelayan di Roban Timur, Kelurahan Sengon, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, Jawa Tengah mengeluhkan adanya ceceran batu bara di laut dekat kawasan PLTU.

Ceceran batu bara itu terjaring payang (jala) saat beberapa nelayan melaut, Kamis, 17 Desember 2020, sekitar pukul 08.30 dan 11.30.

“Saat mengangkat payang isinya lumpur, batu bara, dan beberapa ikan. Lokasinya berjarak tempuh sekitar satu setengah jam dari PLTU ke arah utara,” kata Munanto, nelayan setempat kepada Serat.id, Jumat, 18 Desember 2020.

Baca juga : Kolam Pembuangan Limbah PLTU ini digunakan Mandi Anak-Anak

Pendapat PLTU Batang Tak Cemari Lingkungan dibantah Greenpeace

Nelayan Keluhkan Limbah Lumpur PLTU Batang

Menurutnya, jala itu ada yang masih bisa diangkat dan ada yang tidak bisa diangkat karena bebannya terlalu berat. 

“Kalau batu bara yang tersangkut jala kecil-kecil bisa diangkat, tapi kalau besar ya gak bisa, pasti rusak,” terangnya.

Dia menjelaskan, untuk biaya perbaikan jala yang rusak itu antara Rp 300 ribu hingga Rp 1,5 juta. 

Dia menambahkan, hal tersebut tentu saja merugikan pihak nelayan, karena hasil jual tangkapan harus dipotong untuk perbaikan jala. 

Dinar Bayu, pegiat lingkungan Greenpeace Indonesia mengatakan, ada banyak kandungan berbahaya di dalam batu bara.

“Jika batu bara berinteraksi dengan air laut bisa menghasilkan asam sulfat dengan kadar tinggi,” katanya. 

Menurutnya, biota laut cenderung sensitif terhadap perubahan tingkat keasaman (PH) yang cepat. 

Dia menilai, kejadian yang dialami nelayan di Batang itu tentu merugikan mereka. Sebab, mereka harus menambah biaya operasional untuk mencari ikan di lokasi yang lebih jauh, ke tengah laut. 

“Juga perlu biaya perbaikan alat tangkap mereka yang rusak karena tersangkut batu bara, lumpur, dan batu limbah pekerjaan konstruksi PLTU yang dibuang ke laut,” terangnya. 

Dia menegaskan, meski diperkirakan ini sedang uji coba, sebaiknya PLTU Batang tidak dioperasikan. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here