BERBAGI
Ilustrasi, pixabay.com

Terapi itu menjadi salah satu terobosan terbaru dalam pengobatan Covid-19. Beberapa negara yang menggunakannya ialah Tiongkok, Amerika Serikat dan Indonesia.

Serat.id- Terapi plasma konvalesen dinilai efektif bagi pasien Covid-19 dengan gejala berat. Sistem itu plasma konvalesen merupakan donor plasma darah yang mengandung antibodi dari pasien bekas sembuh kepada pasien positif Covid-19.

“Meskipun kita tahu bukti dasar medisnya (evidence based medicine) masih dibutuhkan lebih banyak penelitian,” kata Dokter spesialis kedaruratan, dr. Tri Maharani dalam webinar daring  dengan tema Mencapai Kesehatan yang Optimal Bagi Donor Darah Plasma Konvalesen”, Minggu, 27 Desember 2020 kemarin.

Baca juga : Tangani Covid-19, Dalam Sepekan Empat Dokter di Semarang Raya Gugur

Tempat Isolasi Covid-19 di Kota Semarang Penuh

Sejumlah Organisasi Dunia Kirim Ventilator Untuk Indonesia

Maharani menyebut terapi itu menjadi salah satu terobosan terbaru dalam pengobatan Covid-19. Beberapa negara yang menggunakannya ialah Tiongkok, Amerika Serikat dan Indonesia.

Maha, panggilan akrab dari Tri Maharani, mengatakan terapi plasma konvalesen konvalesen bukanlah suatu hal yang baru bagi pengobatan.

“Sebelumnya terapi serupa juga diberikan untuk pasien yang menderita penyakit SARS, H1N1, dan Ebola,” kata Maharani menambahkan.

Ia mengatakan ada sejumlah persyaratan bagi pendonor untuk dapat mengikuti terapi plasma konvalesen. Antara lain sebelumnya merupakan pasien positif Covid-19 yang telah sembuh dengan dibuktikan hasil negatif Covid-19 dari satu atau lebih apusan ansofating dan arofaring, resolusi gejala secara menyeluruh minimal empat belas hari sebelum donasi plasma.

Kemudian diutamakan pendonor pria ataupun untuk pendonor wanita harus negatif terhadap antibodi HLA, menentukan titer antibodi yang tinggi melebihi 1 :320. Maharani yang juga penyintas Covid-19, mengacu pada Permenkes Nomor 91 tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Transfusi Darah sebelum melakukan pendonoran, calon pendonor terlebih dahulu harus diberitahu alasan plasma darahnya diperlukan.

“Setelah calon pendonor setuju, maka ia juga harus melalui skrining kesehatan antara lain berat dan tinggi badan, riwayat medis, risiko terkait gaya hidup, pemeriksaan fisik dasar dan pemeriksaan hemeglobin,” kata Maharani menjelaskan.

Meski ia mengakui tak semua pasien positif Covid-19 dapat menerima plasma konvalesen. Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi agar pasien dapat menjadi penerima donor plasma. Antara lain hasil positif Covid-19, mengalami Covid-19 dengan gejala berat atau kritis, dapat diberikan segera pada pasien Covid-19 yang mengeluhkan sesak nafas, tidak diindikasikan pada pasien Covid-19 ringan.

Ahli Gizi Universitas Airlangga, Widati Fatmaningrum, mengatakan pendonor konvalesen untuk mendapatkan titer antibodi tinggi harus diimbangi dengan gizi seimbang. “Gizi seimbang tersebut dapat dipenuhi dengan mengikuti Pedoman Umum Gizi Seimbang,” kata Widati.

Ia meyebutkan tiga vitamin yang dapat meningkatkan imun tubuh ialah Vitamin A dengan mengkonsumsi susu, hati, kuning telur, minyak ikan , Vitamin C dengan mengkonsumi jeruk kiwi, semangka, tomat, stroberi, dan Vitamin D dengan mengkonsumsi hati, susu, telur, ikan, keju.

Kemudian pendonor juga disarankan untuk mengkonsumsi susu dan olahannya atau dapat digantikan dengan mengkonsumsi ikan teri. “Makanan tersebut mengandung kalsium terbanyak yang dibutuhkan untuk pendonor konvalesen,” kata Widati menjelaskan.

Adapun setiap harinya pendonor plasma juga perlu menambahkan 400 hingga 800 ml dari jumlah kebutuhan konsumsi air, lantaran plasma yang didonor sembilan puluh persennya ialah air. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here