BERBAGI
Ilustrasi, pixabay.com

Permintaan bahan pokok akhir tahun ini tidak terlalu tinggi justru berkurang

Serat.id – Jelang pergantian tahun 2021, harga cabai di sejumlah pasar tradisional di Kota Semarang naik hingga dua kali  lipat. Saat ini komoditas itu telah mencapai harga Rp50 ribu per kilogram untuk cabai rawit merah. Namun kenaikan harga cabai tidak diikuti beberapa bahan pokok lainnya seperti bawang merah, bawang putih, dan telur yang justru mengalami penurunan harga.

Menurut Is, koordinator Pedagang Pasar Peterongan Semarang meskipun ada komoditas yang mengalami kenaikan harga, namun untuk persediaan bahan pokok masih cukup.

“Alhamdulillah masih cukup. Yang mahal biasanya telur, tapi sekarang malah turun harganya. Minyak goreng naik harganya sudah sejak bulan November, dari Rp13 ribu per liter menjadi Rp15 ribu per liter,” ujar Is, Selasa, 29 Desember 2020.

Baca juga : Harga Cabai di Jateng Anjlok, Ganjar : Tengkulak Yang Tertawa

Borong Cabai Petani, Ganjar : Ini Intervensi Darurat

Harga Kebutuhan Pokok di Kota Semarang Naik saat Ramadan

Ia menyebutkan permintaan bahan pokok akhir tahun ini tidak terlalu tinggi malah justru berkurang. “Agak berkurang kalau untuk pedagang masakan. Kalau untuk konsumen Rumah Tangga pembelian tetap,” kata Is menambahkan.

Yohana, seorang ibu rumah tangga di perumahan Wates Permai, Ngalian Kota Semarang  mengakui tingginya hargai cabai saat ini. Ia menyebutkan ukuran seper empat kilo cabai mencapai Rp20 ribu. “Artinya  sekilo mencapai Rp80 ribu,” kata Yohana.

Menurut dia, kenaikan itu terjadi sejak dua pekan lalu. Ia khawatir harga salah satu kebutuhan dapur itu terus melabung  hingga akhir tahun dan memasuki tahun baru nanti. “Harga cabai tinggi juka beli eceran Rp5 ribu dapat lima biji,” katanya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here