BERBAGI
Hukum,sidang
Ilustrasi, pixabay.com

Saat Komnas HAM menginvestigasi kasus tertembaknya enam Laskar FPI muncul hoax hingga kena doxing.

Serat.id – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) terus melakukan investigasi terkait kasus tertembaknya enam Laskar Front Pembela Islam (FPI) di Karawang.

Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara mengungkapkan, Tim Penyelidikan Komnas HAM selama melakukan penyelidikan sejak 7 Desember 2020 menemukan sejumlah barang bukti.

’’Di tempat kejadian perkara (TKP), tim menemukan sejumlah barang bukti, seperti proyektil peluru, selongsong, dan serpihan bagian dari mobil yang diyakini terkait dengan peristiwa tersebut,’’ kata Beka Ulung Hapsara melalui siaran pers yang diterima Serat.id, 29 Desember 2020.

Baca juga : Pemerintah Pusat Dituding Aktor Pelanggar HAM Terbesar di Jateng

Laode : Tindakan Koruptif Melanggar HAM

Ini Pesan Komnas HAM di Hari Peringatan

Dia mengatakan, tim juga mengamankan beberapa bukti petunjuk lainnya, seperti rekaman percakapan, rekaman CCTV dan sebagainya.

Selanjutnya, kata dia, barang bukti ini akan diproses di laboratorium untuk menguji hipotesis yang ada.

Dalam penyelidikan itu, kata dia, pihaknya juga sudah meminta keterangan berbagai pihak, antara lain FPI, Polda Metro Jaya, Bareskrim Polri, serta Dokter Forensik.

’’Tim juga telah melakukan pemeriksaan barang bukti dari kepolisian, serta memeriksa saksi-saksi baik dari FPI, petugas polisi, dan saksi masyarakat,’’ terangnya.

Dia menceritakan, selama proses penyelidikan, Komnas HAM mendapatkan beberapa fakta, terutama karena tersebarnya hoaks di berbagai platform media sosial.

’’Adanya pemberitaan yang mencampuradukkan berita lain yang seolah-olah bagian dari berita dalam konteks peristiwa ini,’’ ungkapnya.   

Muncul juga informasi yang membandingkan tindakan Komnas HAM dengan kasusyang lain. Padahal kasus yang lain juga ditangani oleh Komnas HAM secara transparan.

’’Bahkan belakangan juga muncul tindakan-tindakan doxing dan serangan terhadap personal anggota Komnas HAM,’’ ujarnya.

Untuk itu, kata dia, KomnasHAM berharap publik berpartisipasi aktif dalam menyebarkan narasi positif yang bisa dipertanggungjawabkan sumber dan faktanya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here