BERBAGI
Ilustrasi, pixabay.com

Investigasi terhadap kebocoran data tersebut akan terus dilakukan. Undip berencana kerjasama dengan Badan Siber Sandi Negara

Serat.id – Universitas Diponegoro (Undip) menjamin keamanan data mahasiswanya yang terdata di Single Sign On (SSO) yang terintegrasi menghubungkan civitas akademika.  Tim ahli IT Undip bergerak cepat sejak mengetahui kabar adanya peretasan tersebut dan menjamin kebocoran data tersebut bukan berasal dari sistem tersebut.

“Di SSO saya jamin tidak ada data yang bocor tidak ada yang tembus,”  kata Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Rektor 3 Undip, Dwi Cahyo Utomo, dalam konferensi pers yang digelar secara daring, Rabu,6 Januari 2021.

Berita terkait : Akui Diretas Undip Ragukan Jumlah Data Mahasiswa Bocor

Ratusan Ribu Data Mahasiswa Undip Diduga Diretas

Peretasan Data Mahasiswa Undip, Kominfo dan BSSN Didesak Turun Tangan

Sebagai langkah mitigasi Undip telah mengirimkan beberapa notifikasi kepada akun tertentu yang sistem keamanannya dianggap lemah untuk meminta penggantian password.

Dwi juga menjelaskan data yang bocor tersebut masih diragukan kebenarannya. Sebab, jika peretas mengklaim telah mendapatkan data sebanyak lebih dari 125 ribu akun yang berasal dari angkatan 2010 hingga 2017,  padahal keseluruhan mahasiswa tersebut tidak lebih dari 70 ribu.

“Terlebih dalam mengkroscek data akun mahasiswa secara acak ditemukan ketidaksesuaian data,” kata Dwi menjelaskan.

Menurut Dwi investigasi terhadap kebocoran data tersebut akan terus dilakukan. Bahkan Undip berencana kerjasama dengan Badan Siber Sandi Negara (BSSN). Meski begitu, ia belum dapat memberikan tenggat waktu kapan investigasi tersebut rampung.

Selain itu Undip masih dalam proses untuk melaporkan peretas tersebut ke ranah hukum. Peretas dapat dikenakan sanksi pidana berdasarkan undang-undang nomor  11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan undang-undang nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here